BEKASIPEDIA.com – Pemandangan kendaraan yang diselimuti abu vulkanik kini menjadi hal yang cukup mengejutkan bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Lapisan abu yang menempel cukup tebal membuat pemilik kendaraan tentu ingin segera membersihkannya. Namun, di balik keinginan untuk mengembalikan kendaraan agar kembali bersih, ada satu hal yang perlu diperhatikan: abu vulkanik tidak bisa diperlakukan seperti debu jalanan biasa.
Membersihkannya dengan cara mengusap atau menggosok langsung permukaan kendaraan justru dapat menimbulkan masalah baru.
Partikel mineral dan pecahan material vulkanik yang terkandung di dalam abu memiliki sifat keras dan abrasif.
Jika digosok dalam kondisi kering, partikel tersebut dapat bertindak layaknya amplas halus yang berpotensi meninggalkan goresan pada bodi kendaraan, termasuk lapisan clear coat, hingga permukaan kaca.
“Partikelnya dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta abrasif. Kalau langsung dilap atau digosok dalam keadaan kering, bisa menimbulkan goresan halus pada clear coat maupun kaca,” kata Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu seperti dilansir pada Selasa (8/9/2026).
Jangan Langsung Ambil Kain Lap
Bagi pemilik kendaraan yang sudah terpapar abu, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan justru bukan mengambil kain lap.
Yannes menyarankan kendaraan terlebih dahulu dibilas menggunakan air mengalir dalam jumlah yang cukup. Pembilasan dilakukan secara perlahan, dimulai dari bagian paling atas kendaraan kemudian bergerak ke bagian bawah.
Cara tersebut bertujuan mengangkat partikel abu dari permukaan kendaraan tanpa memberikan gesekan yang dapat menyebabkan baret.
Khusus pada bagian kaca depan, wiper sebaiknya diangkat terlebih dahulu. Wiper juga jangan diaktifkan ketika permukaan kaca masih dalam kondisi kering karena partikel abu yang berada di bawah karet wiper dapat ikut bergesekan dengan kaca.
Setelah sebagian besar endapan abu terangkat, kendaraan dapat dicuci menggunakan sampo khusus mobil. Selanjutnya, kendaraan dibilas kembali dan dikeringkan menggunakan kain mikrofiber yang bersih.
Bagian karet wiper juga tidak boleh luput dari perhatian. Karet tersebut perlu dibersihkan dalam kondisi basah sebelum digunakan kembali agar tidak membawa sisa partikel abrasif ke permukaan kaca.
Air Mengalir Lebih Aman
Ada kesalahan yang cukup mudah dilakukan ketika pemilik kendaraan ingin menghemat air, yakni membasahi abu sedikit, kemudian mengusapnya atau membiarkannya kembali mengering.
Cara tersebut justru sebaiknya dihindari.
“Yang perlu dihindari adalah membasahi abu sedikit lalu membiarkannya mengering kembali di permukaan kendaraan. Air dalam jumlah cukup untuk membilas seluruh partikel justru menjadi cara paling aman,” ujar Yannes.
Abu yang bercampur dengan air, embun, atau gerimis dan kemudian dibiarkan menempel dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko terhadap permukaan kendaraan. Endapan tersebut berpotensi menciptakan kondisi yang lebih korosif.
Karena itu, semakin cepat abu dibersihkan dengan metode yang tepat, semakin kecil pula risiko kerusakan pada kendaraan.
Mobil yang Belum Terpapar
Sementara bagi pemilik kendaraan yang belum terkena abu vulkanik, langkah pencegahan bisa dilakukan dengan memarkirkan kendaraan di tempat tertutup.
Penggunaan car cover juga dapat menjadi pilihan. Namun, penutup kendaraan sebaiknya dipasang ketika permukaan mobil sudah dalam kondisi bersih.
Sebaliknya, apabila mobil sudah dipenuhi abu, pemilik sebaiknya tidak langsung memasang ataupun menggeser car cover. Gesekan antara kain penutup dengan partikel abu dapat memperbesar kemungkinan terjadinya goresan pada bodi kendaraan.
Pada akhirnya, abu vulkanik membutuhkan perlakuan yang berbeda dari debu biasa.
Kendaraan yang terlihat hanya kotor mungkin sebenarnya sedang menyimpan risiko kerusakan yang tidak langsung terlihat. Salah dalam membersihkannya dapat meninggalkan baret-baret halus yang baru tampak ketika permukaan kendaraan kembali bersih dan terkena pantulan cahaya.
Karena itu, dalam menghadapi abu vulkanik, kesabaran menjadi bagian penting dari proses mencuci kendaraan.
Jangan buru-buru mengelap. Biarkan air mengangkat partikel abu terlebih dahulu, baru kemudian lakukan pencucian secara menyeluruh. (jek/ant)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.







