Di Balik Gemerlap PNBK Jilid III 2026, Ada Dedikasi Panitia dan Dewan Kesenian Kebudayaan Kota Bekasi

oleh -
oleh
Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi. (ist)

BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Gemerlap panggung, ragam pertunjukan seni, dan antusiasme masyarakat menjadi wajah yang terlihat dari kesuksesan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III 2026.

Namun, di balik kemeriahan yang berlangsung di Plaza Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026), terdapat cerita lain yang tidak kalah penting. Ada kerja panjang, koordinasi tanpa henti, serta dedikasi para panitia yang memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan sesuai harapan.

Bagi masyarakat yang hadir, PNBK mungkin terlihat sebagai sebuah perhelatan budaya yang berlangsung meriah dalam satu hari. Tetapi bagi panitia dari Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi, kegiatan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang telah dipersiapkan jauh sebelumnya.

Dari menyusun konsep, mengatur teknis pelaksanaan, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, menyiapkan penampilan seni dan budaya, hingga memastikan setiap detail kegiatan di lokasi berjalan baik, seluruh proses dilakukan secara bersama-sama.

Di tengah kesibukan tersebut, Alamsyah Praja, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi sekaligus berperan sebagai Floor Director PNBK Jilid III 2026 ini menjadi salah satu sosok yang mengawal perjalanan kegiatan tersebut.

Menurut Alamsyah, keberhasilan PNBK bukanlah hasil kerja satu orang maupun satu kelompok. Ada banyak tangan yang bekerja dan saling menguatkan hingga akhirnya sebuah perhelatan budaya dapat dinikmati masyarakat.

“Kesuksesan Pesona Nusantara Bekasi Keren Jilid III 2026 bukanlah keberhasilan satu orang atau satu kelompok saja. Ini merupakan hasil kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh panitia, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi, para seniman, budayawan, komunitas, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini,” ujar Alamsyah Praja.

Bagi panitia, tantangan selama proses persiapan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan PNBK.

Perbedaan kebutuhan, banyaknya unsur yang harus dikoordinasikan, hingga persoalan teknis di lapangan harus diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama.

Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi selaku Panitia Perhelatan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III 2026. (ist)

Semangat gotong royong menjadi modal utama. Tidak sedikit waktu yang harus dicurahkan. Sebagian panitia bahkan harus mengorbankan waktu bersama keluarga demi memastikan persiapan hingga pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal.

Kerja mereka sebagian besar berlangsung di balik panggung, jauh dari sorotan kamera dan tepuk tangan penonton.
Tetapi justru dari ruang-ruang itulah kemeriahan PNBK dibangun.

Ketika Budaya Menjadi Ruang Pertemuan

PNBK Jilid III 2026 tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, dan masyarakat untuk merayakan keberagaman Nusantara.

Kota Bekasi yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang memiliki wajah budaya yang beragam. Kondisi tersebut menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan menjadi sebuah ekosistem seni dan budaya yang dinamis.

Alamsyah menilai ruang-ruang kebudayaan semacam PNBK penting untuk terus dihadirkan agar para pelaku seni memiliki kesempatan untuk berkarya dan masyarakat memiliki ruang untuk mengenal sekaligus menikmati kekayaan budaya.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memberikan ruang yang lebih luas kepada para seniman, budayawan, komunitas, dan generasi muda untuk terus berkarya. Budaya harus terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Semangat itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan para panitia tetap bertahan di tengah padatnya persiapan.

Sebab, bagi mereka, menyelenggarakan PNBK bukan hanya soal membuat sebuah acara berlangsung sukses. Ada misi yang lebih besar, yakni ikut menjaga agar seni dan budaya tetap memiliki ruang di tengah perkembangan Kota Bekasi.

Kerja di Balik Panggung

Ketika lampu panggung menyala dan pertunjukan dimulai, sebagian besar pekerjaan panitia justru belum berakhir.

Mereka harus memastikan susunan acara berjalan, para pengisi acara siap tampil, kebutuhan teknis terpenuhi, koordinasi antarpihak tetap terjaga, serta berbagai kemungkinan kendala dapat segera diatasi.

Tidak semua kerja tersebut terlihat oleh penonton.
Namun, setiap detail kecil yang berjalan tanpa masalah merupakan hasil dari persiapan dan koordinasi yang dilakukan sebelumnya.

Karena itu, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk PNBK Jilid III 2026.

“Di balik panggung yang meriah, ada banyak orang yang bekerja tanpa banyak terlihat. Mereka hadir sejak persiapan, mengawal acara, hingga memastikan semuanya berjalan dengan baik. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia. Apa yang kita capai pada 30 Agustus lalu adalah hasil kerja bersama,” ungkap Alamsyah.

Bagi para panitia, keberhasilan PNBK Jilid III 2026 bukanlah garis akhir. Justru, keberhasilan tersebut menjadi energi untuk melanjutkan perjalanan menghadirkan lebih banyak ruang bagi seni dan budaya di Kota Bekasi.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, Dewan Kesenian dan Kebudayaan, seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, dan masyarakat diharapkan semakin kuat.

Sebab, kebudayaan tidak akan hidup hanya karena sebuah pertunjukan digelar. Kebudayaan akan terus hidup ketika ada orang-orang yang bersedia merawat, mengembangkan, dan mewariskannya.

PNBK Jilid III 2026 akhirnya meninggalkan lebih dari sekadar kemeriahan di Plaza Patriot Chandrabhaga.

Di balik panggung yang telah kembali sepi, tersisa sebuah cerita tentang gotong royong, pengabdian, dan orang-orang yang bekerja dalam senyap agar masyarakat dapat menikmati sebuah perayaan budaya.

Bagi panitia, mungkin tepuk tangan penonton hanya terdengar sesaat.

Tetapi kepuasan melihat seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik menjadi penghargaan tersendiri—sekaligus pengingat bahwa perjalanan menjaga denyut seni dan budaya Kota Bekasi masih panjang. (pri/pede)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.