BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Upaya memperluas akses layanan koperasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus dilakukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air. Kali ini, koperasi tersebut resmi membuka Kantor Cabang (KC) Kampung Sawah Bekasi di Nassa Valley, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu (17/10/2026).
Peresmian kantor cabang ke-78 ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan pengembangan jaringan Kopdit Pintu Air.
Tak sekadar memperluas jangkauan pelayanan, kehadiran kantor cabang ini juga diharapkan membuka peluang kerja, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta mendekatkan layanan koperasi kepada masyarakat.
Dengan semakin luasnya jaringan pelayanan, Kopdit Pintu Air kini membidik penambahan enam kantor cabang lagi sehingga totalnya mencapai 84 cabang hingga akhir 2026.
Peresmian KC Kampung Sawah Bekasi dilakukan oleh Wali Kota Bekasi yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Herbert S.W. Panjaitan.
Pemerintah Kota Bekasi menyambut positif kehadiran koperasi tersebut dan berharap ekspansinya dapat berlanjut ke wilayah lain.
“Pemkot Bekasi mendukung penuh pendirian Kantor Cabang Kampung Sawah Bekasi KSP Kopdit Pintu Air ini. Silakan buka kantor cabang di kecamatan lain di Kota Bekasi yang memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Herbert.
Menurutnya, kehadiran kantor cabang koperasi berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, mulai dari terbukanya kesempatan kerja hingga meningkatnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Namun, pertumbuhan jaringan harus diiringi dengan tata kelola yang baik. Herbert mengingatkan pengurus dan anggota agar senantiasa menjaga integritas sehingga koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.
“Jaga integritas pengurus dan anggota agar koperasi ini tetap dapat memberi manfaat serta bersinergi dengan pemerintah dan koperasi lainnya untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya seperti dilansir pada Rabu (21/10/2026).
Ekspansi Jaringan, SDM Jadi Kunci
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengatakan pembukaan KC Kampung Sawah Bekasi merupakan bagian dari strategi pengembangan jaringan pelayanan koperasi.
Dengan hadirnya cabang ke-78 ini, pihaknya semakin dekat dengan target memiliki 84 kantor cabang pada penghujung 2026.
Meski demikian, menurut Jano, ekspansi koperasi tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah kantor.
Kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting agar pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota.
Karena itu, pengurus memberikan dukungan berupa pelatihan dan pendidikan bagi SDM yang terlibat dalam pendirian serta pengembangan KC Kampung Sawah Bekasi.
“Pengurus memberikan bantuan pelatihan dan pendidikan SDM untuk pendirian Kantor Cabang Kampung Sawah Bekasi ini,” ujar Jano yang hadir langsung dalam peresmian tersebut.
Dukungan terhadap peningkatan kapasitas SDM diharapkan mampu memperkuat profesionalisme pengelolaan koperasi. Dengan begitu, semakin luasnya jaringan pelayanan dapat diimbangi oleh kemampuan pengurus dan tim manajemen dalam memenuhi kebutuhan anggota.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun koperasi yang tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah cabang, tetapi juga semakin kuat dalam tata kelola dan pelayanan.
Berawal dari Komitmen Membantu Masyarakat Kecil
Di balik perkembangan KC Kampung Sawah Bekasi, terdapat perjalanan panjang dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Ketua KC Kampung Sawah Bekasi Kopdit Pintu Air, Emanuel Migo, mengungkapkan bahwa komitmen membantu masyarakat kecil menjadi salah satu motivasi utama dalam mengembangkan layanan koperasi selama empat tahun terakhir.
Perjalanan tersebut mengantarkan kantor yang sebelumnya berstatus kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang.
Kini, KC Kampung Sawah Bekasi tercatat memiliki sekitar 3.000 anggota dan membawahi 18 unit pengembangan yang tersebar di Sumatera Selatan dan Jawa Barat.
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya membangun kepercayaan dan memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan koperasi.
Bagi Migo, pertumbuhan keanggotaan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan formal, tetapi juga dengan memanfaatkan hubungan keluarga dan komunitas.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah prinsip 3S, yakni Sekasur, Sedapur, Sesumur, sesuai arahan Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air.
Sekasur berarti mengajak pasangan untuk bergabung menjadi anggota koperasi. Sedapur mengajak keluarga besar, sedangkan Sesumur mengajak masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
Melalui pendekatan tersebut, anggota diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan koperasi kepada orang-orang terdekat.
Hubungan keluarga dan lingkungan sosial menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.
Strategi ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan koperasi dapat dimulai dari lingkup paling dekat, yakni keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan tempat tinggal dan komunitas yang lebih luas.
Libatkan 50 Orang dalam Tim Manajemen
Pertumbuhan KC Kampung Sawah Bekasi tidak hanya terlihat dari jumlah anggota dan peningkatan status kantor, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kesempatan kerja.
Emanuel Migo mengungkapkan, saat ini terdapat 50 orang yang menjadi bagian dari tim manajemen kantor cabang tersebut. “Sebanyak 50 orang kini menjadi bagian dari tim manajemen kami,” ungkapnya.
Keberadaan tim manajemen tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung operasional kantor cabang, terutama dalam melayani sekitar 3.000 anggota dan mengembangkan jaringan keanggotaan di berbagai wilayah.
Seiring dengan target Kopdit Pintu Air mencapai 84 kantor cabang hingga akhir 2026, penguatan SDM, kualitas pelayanan, dan integritas pengelolaan menjadi pekerjaan penting yang perlu berjalan beriringan dengan ekspansi.
Kehadiran KC Kampung Sawah Bekasi pun diharapkan tidak berhenti sebagai penambahan satu titik pelayanan.
Lebih dari itu, kantor cabang ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi berbasis koperasi, membuka kesempatan kerja, serta mendorong semakin banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Dengan dukungan pemerintah daerah, kesiapan SDM, dan pendekatan keanggotaan berbasis keluarga serta komunitas, Kopdit Pintu Air melanjutkan langkah ekspansinya. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa pertumbuhan jaringan tersebut benar-benar sejalan dengan kualitas pelayanan dan manfaat yang dirasakan para anggotanya. (ist/bp)






