BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Bekasi sebagai daerah yang dihuni masyarakat dari beragam latar belakang budaya, upaya memperkuat identitas seni dan kebudayaan terus dilakukan.
Salah satunya melalui langkah Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi (DK3B) yang membangun sinergi dengan DPRD Kota Bekasi guna merancang arah pengembangan ekosistem seni yang lebih berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka saat jajaran pengurus DK3B melakukan audiensi dengan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia Sidik, di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (2/7/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar ajang silaturahmi untuk memperkenalkan kepengurusan baru DK3B. Berbagai gagasan strategis turut dibahas, mulai dari pengembangan dan pelestarian seni budaya, penguatan kolaborasi antarlembaga, hingga dukungan terhadap rencana Rapat Kerja (Raker) dan studi banding ke Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Garut pada 11-12 Juli 2026.
Ketua DK3B, K. Alamsyah Pradja, mengatakan kepengurusan baru membawa semangat baru untuk membangun ekosistem seni budaya yang lebih solid melalui tiga pilar utama, yakni pengembangan, pelestarian, dan kolaborasi.
Menurutnya, seluruh komite di bawah naungan DK3B, mulai dari tari, musik, teater, film, sastra, humas hingga publikasi, kini disatukan dalam visi yang sama untuk menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

“Kami mengusung tiga pilar utama, yaitu pengembangan, kelestarian, dan kolaborasi. Hari ini seluruh komite hadir untuk menyatukan visi dan misi dalam membangun ekosistem seni budaya yang kuat,” ujar Alamsyah.
Ia menilai pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi seni yang dimiliki Kota Bekasi.
Sementara kolaborasi menjadi fondasi penting agar seniman, budayawan, komunitas kreatif, pemerintah, hingga pemangku kepentingan lainnya dapat bergerak dalam satu tujuan.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi, DK3B juga akan menggelar Raker sekaligus studi banding ke Kabupaten Garut untuk mempelajari pengelolaan kebudayaan yang dinilai berhasil diterapkan di daerah tersebut.
“Kami ingin belajar bagaimana pengelolaan kebudayaan di Kabupaten Garut, kemudian mengadopsi hal-hal baik yang bisa diterapkan di Kota Bekasi,” katanya.
Selain itu, DK3B tengah mempersiapkan penyelenggaraan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid 3 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 sebagai salah satu agenda besar seni dan budaya di Kota Bekasi. “Kami sudah bersepakat. Ini kota kita, mari kita majukan bersama,” tegas Alamsyah.
Sementara itu, Adelia Sidik menyambut positif berbagai program yang dipaparkan DK3B. Menurutnya, audiensi tersebut menjadi ruang bagi para seniman dan budayawan untuk menyampaikan harapan agar seni dan budaya mendapat perhatian yang lebih serius.
Ia menilai Kota Bekasi sebagai daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dan budaya memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat kegiatan seni yang inklusif, bukan hanya sebatas kegiatan seremonial.
Namun demikian, Adelia mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan seni tetap memperhatikan regulasi, terutama terkait perlindungan anak. Ia meminta panitia PNBK tidak melibatkan anak-anak dalam pertunjukan yang berlangsung hingga malam hari.
“Saya tekankan jangan melibatkan anak-anak pada malam hari. Perda perlindungan anak melarang anak tampil atau berada di acara larut malam. Kalau siang tidak masalah, tetapi kalau malam dikhawatirkan membahayakan,” ujarnya.
Lebih jauh, Adelia melihat seni dan budaya tidak hanya memiliki nilai pelestarian tradisi, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara terpadu.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, komunitas kreatif, dan sektor usaha dapat melahirkan berbagai kegiatan yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyelenggaraan event, pertunjukan seni, hingga pengembangan sektor kuliner dan ekonomi kreatif.
“Kolaborasi ini memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari penyelenggaraan event, pentas seni, hingga kuliner. Pada akhirnya, ekosistem seni dan kebudayaan dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi para pelaku seni dan budayawan di Kota Bekasi,” pungkasnya. (pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.








