BEKASIPEDIA.com – Pabrikan otomotif raksasa asal Tiongkok, Chery, kembali membuat langkah mengejutkan dengan memperluas lini bisnisnya ke sektor kendaraan roda dua.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT), Chery kedapatan memperoleh lampu hijau untuk memproduksi sebuah skuter listrik mungil berdesain kloning yang sangat mirip dengan lini Yamaha Vino.
Langkah awal Chery memasuki pasar sepeda motor ini tergolong unik karena memilih produk dasar berwujud moped bergaya klasik yang sangat identik dengan skuter Jepang.
Di pasaran Tiongkok, kendaraan jenis ini biasanya mendominasi segmen anggaran rendah dengan kisaran harga terjangkau sekitar 2.000 yuan atau setara Rp 5,4 juta.
Meskipun sekilas mirip dengan skuter konvensional berkapasitas 150 cc milik Yamaha, moped listrik besutan Chery ini dirancang dengan komponen sederhana demi menekan biaya produksi.
Kendaraan tersebut mengandalkan motor penggerak tunggal di roda belakang (hub motor) serta paket baterai berkapasitas di bawah 2 kWh yang menawarkan jarak tempuh sekitar 50 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Kehadiran produk kloning ini diyakini para pengamat industri sebagai strategi taktis bagi Chery untuk beradaptasi dengan alur produksi kendaraan roda dua, menguji lini perakitan, sekaligus membaca peta persaingan pasar sebelum meluncurkan produk yang lebih kompleks.
“Apalagi, divisi kendaraan komersial Chery secara resmi telah mengantongi izin manufaktur sepeda motor sejak akhir September lalu,” tulis Carnewschina, seperti dilansir pada Kamis (22/10/2026).
Kesungguhan Chery untuk serius menggarap pasar roda dua juga dibuktikan dalam ajang pameran teknologi in-house di kantor pusat mereka di Wuhu.
Di bawah payung merek afiliasi mereka, Cinnox, Chery memamerkan dua model konsep kendaraan roda dua bertenaga energi baru (New Energy Vehicles/NEV) yang jauh lebih canggih.
Model pertama adalah skuter petualang berjenis pure-electric adventure (ADV) yang diklaim mampu menjelajah jarak sejauh 150 hingga 200 kilometer.
Menariknya, skuter penjelajah ini dirancang agar dapat diisi ulang dayanya menggunakan perangkat pengisi daya mobil (automotive charger), kendati pihak pabrikan belum merinci kepastian dukungan sistem pengisian AC atau DC.
Model kedua yang tak kalah mencuri perhatian adalah Grow C3, sebuah motor cruiser bergaya futuristik yang dijuluki sebagai motor penjelajah cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia dengan teknologi range-extended (EREV).
Motor ini diposisikan sebagai teman berkemah ideal yang dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L), memungkinkan pengguna memanfaatkan daya listrik motor untuk menggantikan fungsi genset portabel di alam terbuka.
Di tengah jenuhnya pasar mobil konvensional di Tiongkok yang mulai mengalami kejenuhan dan kapasitas produksi berlebih (overcapacity), langkah diversifikasi Chery ke ranah kendaraan roda dua berteknologi energi baru membuka jalan alternatif baru yang menjanjikan untuk mendulang pundi-pundi keuntungan di masa depan. (brs/bp)






