Timah Karya Dorong Pengembangan Kawasan Hijau Terintegrasi

oleh -
oleh
Timah Karya perkuat pengembangan kawasan hijau terintegrasi Kegiatan penanaman pohon oleh PT Timah Karya Persada Properti di Bekasi, Jawa Barat. (ist)

BEKASIPEDIA.com | JAKARTA – PT Timah Karya Persada Properti, anak usaha PT Timah (Persero) Tbk memperkuat pengembangan kawasan hijau terintegrasi melalui berbagai inisiatif berkelanjutan.

Direktur PT Timah Karya Persada Properti, Candra Hadiqadriman dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (16/4/2026), menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat implementasi nyata terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek pelestarian lingkungan.

Dijelaskannya, salah satu inisiatif yang dilakukan yakni penanaman 100 pohon trembesi di kawasan hunian yang sedang dikembangkan perusahaan plat merah ini di Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menciptakan kawasan hunian yang berkelanjutan,” katanya.

Penanaman pohon tersebut dipilih karena kemampuannya menyerap karbondioksida serta menciptakan suasana yang teduh, sehingga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan.

Senada dengan itu, Staf Ahli Direksi PT Timah Karya Persada Properti Iriyanto, menyampaikan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian dari perencanaan kawasan yang menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian alam yang tengah dikembangkan oleh perusahaan.

“Kami memastikan bahwa setiap pengembangan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada aspek estetika dan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Kepala Divisi Pemasaran dan Promosi PT Timah Karya Suhendra Sanusi, menilai bahwa konsep green living kini menjadi faktor penting dalam keputusan masyarakat memilih hunian.

Adapun pihaknya mengembangkan kawasan Familia Urban sebagai kota mandiri (township) dengan konsep ramah lingkungan yang mendorong aktivitas berjalan kaki di ruang terbuka hijau.

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengungkapkan bahwa pemerintah kini memandang aktivitas ekonomi yang berorientasi lingkungan atau ekonomi hijau sebagai inti dari strategi pembangunan nasional, seiring peningkatan tantangan perubahan iklim dan risiko bencana hidrometeorologi.

“Pemerintah menggeser paradigma pembangunan dengan melihat ekonomi hijau sebagai jantung dari perencanaan nasional. Komitmen ini telah terlihat sejak RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020–2024 dan semakin diperkuat dalam RPJMN 2025–2029 melalui Astacita ke-2 dan ke-8. Singkatnya, ekonomi hijau telah menjadi arus utama dari setiap kebijakan pembangunan yang kita susun,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo dalam agenda Dialog Perjalanan dan Refleksi Green Growth Program Fase III (GGP III) yang diadakan Bappenas bersama Global Green Growth Institute Indonesia (GGGI).

Dia menerangkan bahwa perubahan pola iklim yang semakin nyata dan peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi menuntut strategi pembangunan yang lebih kuat dan terintegrasi.

Tanpa langkah mitigasi dan adaptasi yang memadai, lanjutnya, potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim diperkirakan dapat mencapai hampir Rp500 triliun pada 2025 dan berpotensi melampaui Rp2 ribu triliun pada 2029. (ist/ant)

“Anda Ingin Kerjasama Publikasi Artikel/Berita Promosi. Biayanya Hanya Rp 200.000, Silahkan WA ke 0822-4974-0969″

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.