BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Pergantian pucuk pimpinan di Polres Metro Bekasi Kota menjadi harapan baru bagi terbangunnya hubungan yang semakin erat antara kepolisian dan insan pers. Momentum hadirnya Kombes Pol. Putu Kholis Aryana sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota disambut hangat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya yang berharap lahirnya pola komunikasi lebih terbuka, inklusif, dan profesional.
Bagi PWI Bekasi Raya, sinergi antara Polri dan pers bukan sekadar hubungan kelembagaan, melainkan kemitraan strategis yang memiliki tujuan sama, yakni menjaga keamanan, menghadirkan keterbukaan informasi publik, serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus selamat bertugas kepada Kombes Pol. Putu Kholis Aryana.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan semangat baru dalam membangun komunikasi yang lebih baik dengan seluruh insan pers di Kota Bekasi.
“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Kombes Pol. Putu Kholis Aryana. Kami berharap kehadiran Kapolres baru menjadi awal yang baik untuk memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan seluruh insan pers di Kota Bekasi,” ujar Ade, dalam keterangan persnya yang dilansir pada Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kemitraan antara kepolisian dan media seharusnya dibangun di atas prinsip keterbukaan, profesionalisme, kesetaraan, serta saling menghormati fungsi masing-masing. Tidak boleh ada sekat yang membatasi hubungan berdasarkan latar belakang media maupun organisasi profesi wartawan.
“Sepanjang wartawan menjalankan profesinya secara profesional dan organisasinya memiliki legitimasi, ruang komunikasi seharusnya terbuka untuk semua. Kemitraan bukan berarti menghilangkan independensi pers, melainkan membangun komunikasi yang sehat demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Belajar dari Pengalaman yang Pernah Terbangun
PWI Bekasi Raya menilai hubungan harmonis antara kepolisian dan wartawan pernah terjalin dengan baik pada masa kepemimpinan Kapolres Metro Bekasi Kota saat itu, Hengki, yang kini menjabat sebagai Kapolda Banten.
Kala itu, komunikasi berlangsung intensif. Wartawan memperoleh ruang untuk berdiskusi, berkoordinasi, hingga melakukan peliputan dengan lebih nyaman. Bahkan, keberadaan ruang khusus bagi wartawan menjadi simbol keterbukaan institusi kepolisian terhadap kerja-kerja jurnalistik.
Bagi Ade Muksin, pengalaman tersebut membuktikan bahwa kedekatan institusional tidak mengurangi profesionalitas maupun independensi kedua belah pihak.
“Kami pernah merasakan bagaimana komunikasi antara Kapolres dan wartawan berjalan sangat baik. Ada ruang komunikasi yang terbuka, wartawan dipandang sebagai mitra strategis, dan hubungan yang terbangun tetap profesional. Pola seperti itu patut menjadi inspirasi untuk kembali dikembangkan,” ungkapnya.
Meski demikian, PWI Bekasi Raya mengakui bahwa pada beberapa periode berikutnya intensitas komunikasi antara pimpinan kepolisian dengan organisasi profesi wartawan belum berjalan seoptimal yang diharapkan. Bahkan, dalam sejumlah agenda organisasi kewartawanan, kehadiran langsung pimpinan kepolisian masih dinilai cukup terbatas.
Namun, evaluasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menyalahkan kepemimpinan sebelumnya.
Sebaliknya, hal itu dipandang sebagai bahan refleksi bersama agar hubungan kelembagaan ke depan semakin komunikatif, terbuka, dan saling mendukung.
Membangun Sinergi Berkelanjutan
PWI Bekasi Raya berharap kepemimpinan Kombes Pol. Putu Kholis Aryana mampu membuka babak baru hubungan antara Polres Metro Bekasi Kota dengan insan pers.
Komunikasi diharapkan tidak hanya terjalin ketika kepolisian membutuhkan publikasi atau saat terjadi kasus besar, melainkan menjadi hubungan kelembagaan yang berlangsung secara berkesinambungan.
Selain itu, PWI Bekasi Raya juga berharap Polres Metro Bekasi Kota dapat kembali menghadirkan ruang kerja yang representatif bagi wartawan.
Keberadaan fasilitas tersebut dinilai bukan sekadar tempat beraktivitas, tetapi menjadi simbol keterbukaan informasi publik dan penghormatan terhadap profesi jurnalistik.
“Pers yang profesional membutuhkan kepolisian yang terbuka terhadap informasi publik. Sebaliknya, kepolisian juga membutuhkan pers yang profesional agar informasi mengenai penegakan hukum, pelayanan, dan situasi keamanan dapat tersampaikan secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” jelas Ade.
Di akhir pernyataannya, PWI Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga independensi sekaligus membangun sinergi yang konstruktif bersama Polres Metro Bekasi Kota.
“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Kombes Pol. Putu Kholis Aryana. PWI Bekasi Raya siap bersinergi membangun hubungan Polri dan pers yang profesional, terbuka, setara, tanpa sekat, demi kepentingan masyarakat Kota Bekasi,” pungkas Ade Muksin. (pede)






