BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Senin (14/9/2026) pagi menjadi momen bagi jajaran Pemerintah Kota Bekasi untuk sejenak menghentikan rutinitas dan memanjatkan doa bagi mereka yang tengah menghadapi musibah.
Di tengah aktivitas pemerintahan, Pemkot Bekasi menggelar doa bersama untuk tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur saat menjalankan tugas, sekaligus mendoakan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam proses pencarian di perairan Selat Sunda.
Doa bersama dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, serta jajaran kepala dinas, camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan rasa duka mendalam atas gugurnya para ASN yang meninggal ketika sedang menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi masyarakat.
“Kami turut berduka karena sahabat-sahabat kami, teman sekerja kami, ASN yang sedang melaksanakan tugas dan gugur. Semoga para pejuang abdi masyarakat mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya,” ujar Tri.
Menurutnya, pengabdian para ASN tersebut patut dihargai. Ia juga mengapresiasi keputusan pemerintah yang memberikan penghargaan sebagai pahlawan anumerta kepada mereka.
Tri berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan orang-orang tercinta.
“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan juga diberikan kekuatan, keikhlasan dan para ASN yang gugur tentu telah kita doakan diterima di sisi Allah SWT,” katanya.
Doa untuk Para Jurnalis
Doa bersama juga menjadi bentuk kepedulian Pemkot Bekasi terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang sejak sepekan lalu di perairan Selat Sunda.
Mereka yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis ANTARA; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal (51), pekerja lepas.
Selain kelima jurnalis tersebut, doa juga dipanjatkan untuk kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), dan pemandu Heriyanto (49).
Tri menyampaikan bahwa proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR. Ia berharap seluruh petugas yang terlibat diberikan kemudahan dan keselamatan dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
“Demikian juga hari ini masih terus berjuang teman-teman SAR mencari sahabat-sahabat kami para jurnalis yang kemarin juga sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka jurnalistik,” ujarnya.
Bagi Tri, profesi jurnalis memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Kerja jurnalistik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Kota Bekasi ikut mendoakan keselamatan para jurnalis dan kru kapal yang masih dalam pencarian.
“Saya juga mengajak segenap warga Kota Bekasi untuk mendoakan agar proses pencarian yang dilakukan tim SAR dapat berjalan lancar,” kata Tri.
Ia berharap para jurnalis dan kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Tentu para jurnalis juga tadi kami doakan dan kru kapalnya, semoga diberikan kekuatan, kesehatan dan diterangi dan Insya Allah diberikan kemudahan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa di balik tugas dan profesi masing-masing, terdapat nilai kemanusiaan yang menyatukan.
Para ASN gugur dalam pengabdian, sementara para jurnalis dan kru kapal masih menanti kabar keselamatan melalui pencarian yang terus dilakukan tim SAR. (ist/pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.






