BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dunia usaha untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Semangat kolaborasi inilah yang terus didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, dengan membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Melalui skema tersebut, perusahaan maupun pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan sesuai kemampuan dan bidang usahanya.
Mulai dari penataan ruang publik hingga bantuan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Untuk mempermudah keterlibatan dunia usaha, Pemkot Bekasi menghadirkan aplikasi SI-BALAI KEREN atau Sistem Bantuan Layanan Izin, Investasi dan Kemitraan Rencana Usaha.
Platform ini menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan pemerintah daerah dengan potensi dukungan dari sektor swasta.
Melalui aplikasi tersebut, pelaku usaha dapat melihat berbagai program yang terbuka untuk didukung sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan perizinan dan kebutuhan investasi di Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, terdapat sejumlah program pembangunan yang dapat menjadi pilihan bagi pelaku usaha untuk menyalurkan kontribusi sosialnya.
Program tersebut di antaranya pembangunan taman, pengadaan gerobak sampah, bantuan kursi roda hingga pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Beragam program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi dunia usaha untuk berpartisipasi secara nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga.
“Pemerintah hadir memberikan kemudahan berusaha sekaligus membuka ruang kolaborasi. Agar investasi yang tumbuh di Kota Bekasi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Tri, seperti dilansir pada Rabu (21/10/2026).
Menurut Tri, kehadiran SI-BALAI KEREN tidak hanya ditujukan untuk memudahkan pelaku usaha berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Aplikasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi terkait perizinan dan peluang investasi.
Dengan demikian, hubungan antara pemerintah dan dunia usaha tidak berhenti pada aktivitas ekonomi semata, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dorong Investasi yang Berdampak bagi Masyarakat
Pemkot Bekasi menilai sinergi dengan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat memperluas sumber dukungan bagi program-program prioritas, sekaligus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif.
Upaya tersebut berjalan seiring dengan capaian investasi Kota Bekasi yang menunjukkan perkembangan positif sepanjang semester pertama 2026.
Berdasarkan data yang disampaikan Pemkot Bekasi, realisasi investasi pada Triwulan I dan II 2026 telah mencapai Rp9,7 triliun atau sekitar 81 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian itu menjadi salah satu indikator tumbuhnya kepercayaan investor terhadap Kota Bekasi sebagai daerah yang memiliki potensi ekonomi dan peluang pengembangan usaha.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Kota Bekasi terus tumbuh. Potensi ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan,” ujar Tri.
Ke depan, keterlibatan pelaku usaha melalui program TJSL diharapkan dapat menjadi pelengkap upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dukungan terhadap pembangunan taman, fasilitas kebersihan, bantuan bagi penyandang disabilitas hingga perbaikan rumah warga menjadi contoh bagaimana kontribusi sektor swasta dapat diwujudkan secara konkret.
Melalui SI-BALAI KEREN, Pemkot Bekasi berupaya membangun pola kemitraan yang lebih terbuka, mudah diakses, dan transparan.
Harapannya, pertumbuhan investasi tidak hanya tercermin dalam angka realisasi penanaman modal, tetapi juga dirasakan melalui peningkatan kualitas lingkungan, fasilitas publik, dan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi. (pede)







