BEKASIPEDIA.com | JAKARTA – Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta menyiapkan berbagai agenda budaya menyambut peringatan 5 Abad Jakarta pada tahun depan.
Program tersebut difokuskan pada pelestarian budaya, pemberdayaan pelaku seni, serta penguatan identitas budaya Betawi.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary mengatakan, pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp440,15 miliar dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, usulan anggaran tersebut turun sekitar Rp24 miliar atau 5,2 persen dibandingkan pagu anggaran Disbud pada 2026 yang mencapai Rp464,37 miliar.
“Pada triwulan II 2026, realisasi kinerja baru tercapai pada program penunjang urusan pemerintahan daerah dengan capaian Indeks Kepuasan Layanan sebesar 100 persen. Sementara itu, tiga program lainnya baru memiliki target kinerja pada triwulan IV sehingga belum dapat diukur realisasinya,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Miftahulloh menjelaskan, pada 2027 terdapat empat kegiatan yang akan disesuaikan target indikator kinerjanya, yakni pembinaan kesenian lintas daerah, pengelolaan kebudayaan lintas daerah, pembinaan sejarah lokal provinsi, serta pengelolaan museum provinsi.
Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk sejumlah unit pengelola, di antaranya Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Museum Sejarah Jakarta, Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, Museum Bahari Jakarta, Museum Seni, serta Gedung Pertunjukan Seni Budaya.
Dari sisi aspirasi masyarakat, Disbud mengakomodir 347 dari 518 usulan hasil reses DPRD atau sekitar 66,99 persen.
“Sebanyak 15 usulan diterima dengan catatan, sedangkan 156 usulan belum dapat diakomodasi karena berbagai alasan seperti duplikasi usulan, penerima yang telah memperoleh bantuan serupa, serta data pemohon yang belum lengkap,” jelasnya.
Sementara itu, dari 409 usulan Musrenbang dan usulan langsung masyarakat, sebanyak 337 usulan atau 82,40 persen berhasil diakomodir. Adapun 52 usulan diterima dengan catatan, sedangkan 20 usulan lainnya belum dapat dipenuhi karena tidak sesuai dengan ketentuan, data belum lengkap, atau jenis usulan tidak masuk dalam program yang dianggarkan.
“Untuk mendukung peringatan 5 Abad Jakarta, Disbud juga menyiapkan sejumlah kegiatan strategis, seperti pelatihan seni budaya, lomba seni berjenjang, pemberdayaan pelaku seni, festival seni budaya, pelestarian cagar budaya, diplomasi budaya, publikasi kebudayaan, hingga penyelenggaraan pameran temporer museum,” ucap Miftahulloh.
Selain itu, sejumlah agenda budaya berskala besar akan digelar sepanjang 2027, di antaranya Jakarta Open Stage, Betawi Festival, Jakarta Cultural Carnival, Karnaval Sarendo Rendo, Parade 500 Ondel-Ondel Berbatik, Jakarta Indigenous Film Festival, International Jakarta Heritage Walk Tour, pengembangan Museum Betawi di Setu Babakan, revitalisasi Jembatan Kota Intan, serta revitalisasi tata panggung Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM). (bj/ra)





