BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Ribuan ekor ikan mati mendadak di aliran Kali Sadang, Kampung Cibitung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kematian ikan massal menimbulkan bau menyengat serta memicu kekhawatiran warga terkait kualitas air di kawasan tersebut.
Ribuan bangkai ikan mengapung di sepanjang aliran Kali Sadang. Jenis ikan yang ditemukan mati, antara lain sapu-sapu, mujair, betutu, hingga tawes. Ikan sapu-sapu yang dikenal mampu bertahan di perairan dengan kondisi kurang baik juga ditemukan dalam keadaan mati.
Space Advertisement
Nyok Pasang Iklan Banner Anda di Setiap Artikel Hanya Rp 500K/Bulan Silahkan WA ke 0822-4974-0969.
“Banyak ikan yang mati. Namun, sampai saat ini kami belum mengetahui penyebab pasti kematian ikan tersebut,” kata seorang warga Cibitung, Ajat Sudrajat (55), yang dilansir pada Senin (8/6/2026).
Menurutnya, kematian massal ikan di Kali Sadang pertama kali diketahui warga pada, Jumat (5/6/2026) lalu.
Bangkai ikan ditemukan di sepanjang aliran Kali Sadang, mulai dari Jembatan Kali Sadang hingga kawasan industri Gobel.
Warga belum dapat menyimpulkan penyebab kematian massal ikan tersebut. Berbagai kemungkinan masih terbuka, termasuk pencemaran maupun faktor lain yang perlu dibuktikan melalui pengujian laboratorium.
“Kami tidak bisa memastikan penyebabnya. Bisa saja karena kelalaian seseorang atau faktor lain. Yang jelas perlu ada uji laboratorium terhadap air maupun ikan yang mati untuk mengetahui penyebab sebenarnya,” katanya.
Bangkai ikan yang mengapung di aliran kali juga menimbulkan aroma amis dan bau menyengat yang mengganggu warga sekitar.
“Jelas menimbulkan bau tidak sedap karena banyak bangkai ikan yang membusuk di aliran kali,” ungkapnya.
Ajat mengungkapkan kondisi air mengalami perubahan dibanding sehari sebelumnya. Jika pada Jumat warna air terlihat lebih jernih, pada Sabtu air Kali Sadang tampak lebih keruh dan berwarna kecokelatan.
Hingga Sabtu siang, belum diketahui apakah pemerintah daerah maupun instansi terkait telah melakukan pemeriksaan di lokasi.
Warga berharap ada langkah cepat untuk menyelidiki penyebab kematian massal ikan tersebut guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap ada pemeriksaan dan pengujian sehingga penyebab kematian ikan ini bisa diketahui dengan jelas,” kata Ajat. (ist/brs)
“Dibuka Kesempatan Bergabung Menjadi Wartawan Biro Kabupaten Bekasi, Jika Berminat Silahkan WA ke 0815-1086-8686”
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





