Pos Indonesia Berdayakan Kaum Wanita Pelaku UMKM Menjadi Kurir O-Ranger

oleh -
Layanan Paket Pos Indonesia. (ist)

JAKARTA, BEKASIPEDIA.com – PT Pos Indonesia menyelenggarakan program pemberdayaan wanita pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk dapat menambah pendapatan melalui layanan kurir O-Ranger Mawar.

Ilustrasi Kurir Wanita. (ist/pixabay)

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Siti Choiriana menjelaskan perkembangan kurir perempuan ternyata membuka peluang baru dalam bisnis logistik, mengingat 52 persen dari 64 juta UMKM di Indonesia dimiliki oleh perempuan.

“Dulu orang berpikir kurir itu harus laki-laki, tetapi dengan perkembangannya pada saat kami menyadari market UMKM ini dominannya 52 persen dari UMKM di Indonesia adalah perempuan,” kata Choiriana atau Ana, di Jakarta, Minggu (24/7/2022).

Ana menjelaskan kurir perempuan sangat dimungkinkan untuk menjalankan bisnis logistik mengantar paket.

Hal itu karena paket-paket yang dikirimkan oleh UMKM umumnya tidak lebih dari 1-2 kilogram, sehingga dianggap tidak terlalu membebani kurir perempuan.

Selain itu, interaksi kepada pelanggan (engagement) juga dinilai lebih baik dilakukan oleh perempuan, karena berhubungan dengan pelaku UMKM yang juga ibu-ibu.

“Bahkan, mereka bisa turut membantu mengemas paket itu sebelum disampaikan ke pelanggan, bisa mempelajari hal baru dari UMKM tersebut, sehingga memiliki efek berlipat (multiplier effect) luar biasa,” kata Ana.

Ana memberikan contoh nyata, yakni salah satu anggota O-Ranger Mawar asal Jepara yang bisa mengumpulkan omzet sebesar Rp20 juta per bulan.

Hal itu karena Pos Indonesia memberikan upah pendapatan sebesar 10 persen untuk setiap pengiriman.

“Di Jepara ada kurir perempuan, omzetnya bisa Rp14 juta sampai Rp20 juta, jadi semua barang yang dikirimkan nilainya mencapai Rp200 juta. Awalnya dia ibu rumah tangga, kemudian pandemi dituntut untuk bisa bekerja lebih,” kata Ana.

Saat ini, O-Ranger Mawar sudah memiliki lebih dari 2.000 anggota yang tersebar di 514 kabupaten/kota. Kini, Pos Indonesia berupaya untuk menggaet pelaku UMKM perempuan tidak hanya di kota besar, tetapi juga di kota kedua karena masih banyak pelaku UMKM yang belum tersentuh layanan O-Ranger Mawar. (ant/ist)