BEKASIPEDIA.com – Bagi banyak orang, secangkir kopi sudah menjadi teman setia untuk memulai hari. Aroma yang khas dan sensasi kafein yang menyegarkan membuat minuman ini sulit dipisahkan dari rutinitas harian. Namun, tahukah Anda bahwa waktu menikmati kopi ternyata sama pentingnya dengan jumlah yang dikonsumsi?
Dokter spesialis jantung, dr. Rony Marethianto Santoso, mengingatkan agar kebiasaan minum kopi sebaiknya dibatasi hingga sebelum pukul 14.00. Menurutnya, waktu konsumsi kopi memiliki pengaruh terhadap kesehatan jantung sekaligus kualitas tidur seseorang.
Anjuran tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil sejumlah penelitian, mengonsumsi kopi pada pagi hingga awal siang dinilai mampu meminimalkan efek samping kafein terhadap tubuh. Kebiasaan ini bahkan telah lama dilakukan oleh generasi terdahulu yang umumnya menikmati kopi saat sarapan atau setelah makan siang.
“Karena kafein dalam kopi mengandung efek simpatomimetik yang meningkatkan aktivitas saraf simpatik, sehingga jantung bisa berdebar lebih cepat,” ujar dr. Rony, dikutip dari Beritasatu, Rabu (15/7/2026).
Efek tersebut menjadi salah satu alasan mengapa konsumsi kopi pada sore atau malam hari sebaiknya dihindari. Selain dapat memicu jantung berdebar atau gangguan irama jantung pada sebagian orang, kafein juga berpotensi mengganggu kualitas tidur karena tubuh tetap berada dalam kondisi lebih waspada saat seharusnya beristirahat.
Meski demikian, dr. Rony menegaskan bahwa persoalan bukan hanya terletak pada jumlah kopi yang diminum. Ia justru menyoroti berbagai bahan tambahan seperti gula, krimer, atau pemanis berlebihan yang sering dicampurkan ke dalam kopi dan dapat memengaruhi kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Sebagai panduan, ia menyarankan agar asupan kafein tetap berada dalam batas aman, yakni di bawah 50 miligram per hari, atau sekitar satu hingga dua cangkir kopi, tergantung jenis biji kopi dan metode penyeduhannya.
Sementara itu, mengacu pada informasi dari Health, waktu yang dianggap paling ideal untuk menikmati kopi adalah sekitar pukul 09.30 hingga 11.30 pagi. Pada rentang waktu tersebut, kadar hormon kortisol—hormon yang membantu menjaga kewaspadaan—mulai menurun setelah mencapai puncaknya saat seseorang baru bangun tidur.
Ketika kadar kortisol mulai berkurang, secangkir kopi dapat membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, dan energi tanpa mengganggu ritme alami tubuh.
Jadi, bagi para pecinta kopi, bukan hanya jenis dan takaran yang perlu diperhatikan. Menyesuaikan waktu minum kopi juga menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus memastikan kualitas tidur tetap optimal. (ist/jek)






