BEKASIPEDIA.com | KESEHATAN – Memasuki usia 30-an sering menjadi momentum untuk mulai lebih serius memperhatikan kesehatan. Salah satunya melalui pola makan yang selama ini dijalani sehari-hari.
Bukan berarti setelah menginjak usia 30 tahun seseorang harus langsung menghilangkan makanan tertentu dari menu. Tidak ada pedoman kesehatan yang menetapkan usia 30 tahun sebagai batas untuk berhenti mengonsumsi jenis makanan tertentu.
Namun, usia 30-an dapat menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali kebiasaan makan, terutama jika sehari-hari masih banyak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, lemak jenuh, atau produk yang sangat diproses.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa pola makan sehat perlu mengutamakan kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman.
Kebutuhan setiap orang pun dapat berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, gaya hidup, budaya, serta kondisi individu.
WHO menganjurkan konsumsi makanan yang beragam, termasuk sayuran, buah, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian utuh. Sebaliknya, makanan yang tinggi gula bebas, garam atau natrium, lemak jenuh, dan lemak trans perlu dibatasi.
Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya mulai dikurangi ketika memasuki usia 30-an?
1. Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Makanan manis memang sulit dipisahkan dari keseharian. Mulai dari kue, permen, makanan ringan, hingga minuman berpemanis.
Namun, konsumsi gula bebas secara berlebihan perlu diperhatikan. WHO merekomendasikan gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total energi harian, dan pengurangan hingga kurang dari 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Gula bebas bukan hanya gula pasir yang ditambahkan ke makanan. Gula dalam madu, sirop, jus buah, serta gula yang ditambahkan dalam berbagai produk makanan dan minuman juga termasuk di dalamnya.
Karena itu, mengurangi makanan manis sebaiknya tidak hanya berarti mengurangi dessert atau camilan, tetapi juga mengecek minuman yang dikonsumsi setiap hari.
2. Makanan Tinggi Garam dan Natrium
Makanan asin menjadi kelompok berikutnya yang perlu diperhatikan.
WHO merekomendasikan konsumsi natrium kurang dari 2.000 miligram per hari atau setara dengan kurang dari 5 gram garam. Asupan natrium berlebihan berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.






