Ingin Terhindar dari Peradangan? Dokter Sarankan Langkah Ini

oleh -
oleh
Ilustrasi organ dalam tubuh yang alami peradangan. (ist/sutterstock)

BEKASIPEDIA.com – Seorang dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri intervensi yang berbasis di Maryland, Dr. Kunal Sood, membagikan kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mengurangi peradangan secara alami, tanpa obat-obatan.

Menurut laporan Hindustimes, yang dilansir pada Senin (1/6/2026), menyebutkan peradangan adalah respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap cedera, infeksi, atau keberadaan unsur berbahaya di dalam tubuh, seperti kuman atau racun.

Jika peradangan mereda setelah ancaman tersebut diatasi, hal itu dikenal sebagai peradangan akut.

Namun, terkadang mekanisme pertahanan tubuh aktif bahkan ketika tidak ada ancaman yang nyata. Hal ini dikenal sebagai peradangan kronis dan dapat merusak sel dan organ yang sehat seiring waktu.

Menurut Dr. Sood, makanan utuh yang kaya serat mendukung respons peradangan yang lebih sehat. Makanan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, gandum, biji-bijian, dan gandum utuh dikaitkan dengan kadar biomarker inflamasi yang lebih rendah seperti CRP (protein C-reaktif) dan IL-6 (interleukin-6).

“Ketika bakteri usus memfermentasi serat, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti butirat, yang membantu menjaga penghalang usus dan mengatur sinyal kekebalan tubuh,” kata dokter tersebut.

Selain itu Dr. Sood menyarankan gerakan teratur secara konsisten seperti berjalan kaki setiap hari dikaitkan dengan tingkat penanda inflamasi kronis yang lebih rendah dan membantu mengurangi peradangan seiring waktu.

Ia mengatakan dengan berjalan kaki yang konsisten akan mendapatkan manfaat peningkatan sensitivitas insulin, sirkulasi, fungsi pembuluh darah, dan komposisi tubuh.

Sood juga memperingatkan untuk memperbaiki kualitas tidur, karena dikaitkan dengan perubahan CRP, IL-6, dan TNF-α dan dapat berkontribusi pada risiko kardiometabolik. Kurang tidur disebutnya juga meningkatkan sitokin inflamasi dan mengaktifkan jalur respons stres.

“Kurang tidur berulang dapat mendorong tubuh menuju kondisi yang lebih pro-inflamasi melalui aktivasi simpatik dan perubahan regulasi kortisol,” katanya.

Sood mengatakan makanan juga mendukung pengurangan peradangan. Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 mendukung kesehatan jantung dan otak, sementara omega-3 esensial EPA dan DHA, yang terutama ditemukan dalam ikan berlemak, membantu mengatur jalur peradangan dan berfungsi sebagai prekursor untuk mediator pro-resolusi khusus yang membantu tubuh mengatasi peradangan.

“DHA juga merupakan komponen struktural penting dari membran neuron, yang mendukung fungsi otak normal,” catatnya.

Selain itu, penting juga untuk mengelola stres, karena stres terus menerus mengaktifkan sumbu HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal), sistem saraf simpatik, sinyal kortisol, dan jalur imun. (ist/ant)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.