BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, menggencarkan Catch Up Campaign (CUC) Campak atau imunisasi tambahan untuk mengejar sasaran yang belum maupun tidak lengkap mendapatkan imunisasi dengan tujuan mencegah campak sekaligus meningkatkan kekebalan kelompok.
“Untuk saat ini Kota Bekasi melakukan CUC bukan ORI,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini, di Bekasi, pada Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi khusus penyakit seperti campak tidak dilakukan di Kota Bekasi sebab belum ada indikasi terkait dengan kejadian luar biasa terhadap penyebaran penyakit campak di wilayah itu.
Dia menyebut ORI menjadi penanganan khusus saat penyakit campak telah berstatus kejadian luar biasa dengan tujuan menghentikan penyebaran penyakit dengan cepat tanpa memandang status imunisasi sebelumnya melalui pemberian imunisasi MR sebanyak tiga kali.
CUC Campak di Kota Bekasi sudah berjalan sejak awal pekan kedua Maret hingga 12 April mendatang, bersamaan dengan program sepekan mengejar imunisasi atau Penari dalam rangka pekan imunisasi dunia tahun 2026.
Sejauh ini pihaknya sudah memberikan dosis imunisasi campak sesuai target yang telah ditetapkan yakni kepada 832 jiwa untuk campak dosis satu serta 1.021 jiwa penerima dosis kedua.
“Kegiatan ini melibatkan pos pelayanan imunisasi di seluruh posyandu maupun pos imunisasi setiap hari di puskesmas. Kami juga aktif menyebarluaskan informasi tentang penyakit campak dan manfaat imunisasi melalui flyer, podcast, dan media promosi kesehatan lainnya,” ucapnya.
Satia menyebut angka kasus penyakit campak di Kota Bekasi fluktuatif selama tiga tahun terakhir dari 47 kasus sepanjang tahun 2023, turun menjadi 10 pada setahun berselang dan naik kembali menjadi 39 kasus pada tahun 2025.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengikutsertakan anak-anaknya dalam program imunisasi agar terhindar dari penyakit campak.
“Campak dapat dicegah dengan imunisasi dan jika sudah terlewat dari jadwal, bisa dikejar sampai usia 59 bulan. Perilaku hidup sehat juga penting untuk mencegah campak,” katanya. (ist/ant)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.






