BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya terlihat dari berdirinya gedung-gedung baru atau bertambahnya infrastruktur. Bagi masyarakat, pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika jalan lingkungan menjadi lebih layak, banjir dapat ditangani, dan pelayanan pemerintahan semakin mudah diakses.
Persoalan itulah yang kembali mengemuka dalam kegiatan Reses III Tahun 2026 Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., di Jalan Kenanga RT 05/RW 22, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Jumat (9/10/2026).
Dalam pertemuan bersama masyarakat tersebut, berbagai persoalan perkotaan menjadi bahan dialog, mulai dari penanganan banjir, jalan rusak, pelayanan administrasi kependudukan, hingga perizinan usaha yang dinilai masih menyulitkan sebagian warga.
Bagi Sardi, reses bukan sekadar agenda rutin untuk bertemu konstituen. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menghimpun berbagai persoalan yang perlu diperjuangkan melalui mekanisme pembangunan daerah.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Usulan dari Bapak dan Ibu akan kita himpun, kemudian diprioritaskan berdasarkan kebutuhan dan mana yang harus didahulukan. Kalau masih ada yang kurang, silakan sampaikan lagi,” ujar Sardi dalam dialog bersama warga.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Namun, menghimpun aspirasi merupakan langkah awal.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap usulan diproses sesuai kewenangan, prioritas, dan kemampuan keuangan daerah.
Menangani Banjir Perlu Kerja Sama Lintas Wilayah
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam reses tersebut adalah penanganan banjir melalui normalisasi sungai.
Menurut Sardi, upaya mengatasi banjir tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan koordinasi antara Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar penanganan sungai dapat berjalan secara terintegrasi.
Aliran air yang saling terhubung antarkawasan membuat penanganan di satu titik perlu didukung upaya berkelanjutan di wilayah lainnya.
Normalisasi sungai di wilayah perkotaan, misalnya, perlu diselaraskan dengan penanganan aliran air di wilayah sekitar. Tanpa kesinambungan pekerjaan, hasil pembangunan dikhawatirkan belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sardi berharap koordinasi antarpemerintah dapat terus diperkuat sehingga upaya penanganan banjir, termasuk di kawasan Harapan Indah dan sekitarnya, dapat berjalan lebih efektif.







