PSSI Kota Bekasi Gelar Liga Jabar Istimewa U-10, Ajang Pembinaan dan Pencarian Bibit Pesepak Bola Muda

oleh -
oleh
PSSI Kota Bekasi resmi menggelar Liga Jabar Istimewa perdana pada Sabtu (9/5/2026), kelompok usia 10 tahun sebagai langkah nyata dalam pembinaan sepak bola usia dini sekaligus upaya menjaring bibit-bibit potensial pemain masa depan. (pede)

BEKASIPEDIA.com | Kota Bekasi – PSSI Kota Bekasi resmi menggelar Liga Jabar Istimewa perdana kelompok usia 10 tahun sebagai langkah nyata dalam pembinaan sepak bola usia dini sekaligus upaya menjaring bibit-bibit potensial pemain masa depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bekasi, Kamaludin, mengatakan turnamen ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia muda di Kota Bekasi.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh dukungan penuh terhadap proses latihan dan pengembangan pemain.

“Liga Jabar Istimewa ini bukan hanya soal menang, tetapi bagaimana kita memberikan support yang tinggi kepada anak-anak, fokus pada pelatihan, dan membentuk mereka agar bisa bermain sepak bola dengan baik dan benar,” ujarnya pada Sabtu (9/5/2026).

Turnamen yang diselenggarakan oleh PSSI Kota Bekasi ini diikuti oleh 27 tim kelompok usia 10 tahun. Dari jumlah tersebut, enam tim terbaik yang menempati peringkat satu hingga enam akan lolos ke tingkat Provinsi Jawa Barat untuk kembali bersaing dengan tim-tim dari daerah lain.

Liga Jabar Istimewa ini juga menjadi turnamen perdana yang digelar sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.

Kompetisi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah penyaluran bakat sekaligus ruang tumbuh bagi para pemain muda untuk mengembangkan potensi mereka secara positif.

Direktur Kompetisi Usia Muda PSSI, H. Amung Sutisna, menjelaskan bahwa Liga Jabar Istimewa dirancang hingga menjangkau tingkat desa sebagai bagian dari strategi pencarian bakat sekaligus membangun sinergi dengan pelaku UMKM di daerah.

“Liga Jabar Istimewa ini adalah pembinaan agar bakat anak-anak bisa tersalurkan. Dampaknya sangat positif, dibanding mereka hanya bermain gadget. Mereka bisa lebih fokus bagaimana menjadi juara dan berkembang dalam sepak bola,” kata Amung.

Ia menambahkan, setelah tahap regional, enam tim terpilih akan kembali disaring untuk bertanding di tingkat yang lebih tinggi bersama tim dari Purwakarta, Karawang, Subang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

Secara keseluruhan, sebanyak 32 tim akan mengikuti rangkaian turnamen Liga Jabar Istimewa. Dari jumlah tersebut, enam tim regional terbaik akan dipilih untuk melanjutkan persaingan menuju level berikutnya.

Menurut Amung, Kota Bekasi memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu menembus level nasional. Bahkan, sejumlah pemain tim nasional Indonesia lahir dari pembinaan sepak bola di Bekasi.

“Pemain Bekasi selalu menciptakan pemain untuk Timnas Indonesia. Itu menjadi bukti bahwa daerah ini punya potensi besar. Liga ini diadakan agar semua potensi itu bisa terakomodir,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa gelar juara bukanlah tujuan utama dalam kompetisi ini. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pembinaan yang tepat, disiplin dalam berlatih, serta memahami permainan sepak bola secara benar sejak usia dini.

“Kalau juara itu bonus. Yang utama adalah bagaimana kita memberikan binaan agar mereka tahu cara bermain bola yang baik dan benar,” tutupnya. (pede)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.