BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Warga RW 029 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung pengelolaan lingkungan melalui kegiatan Bank Sampah Jalak Uren.
Tak pelak setiap pekan, warga secara aktif mengumpulkan sampah rumah tangga yang telah dipilah untuk disetorkan ke bank sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang digelar di halaman Balai RW 029 yang juga taman bermain anak-anak.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, hingga para pengurus lingkungan.
Mereka secara rutin membawa sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas bekas, kaleng, hingga minyak jelantah untuk ditimbang dan dicatat oleh pengurus Bank Sampah Jalak Uren RW 029.
Seperti yang dituturkan Maya (35) warga RT 05/RW 029, Pengasinan, Rawalumbu mengaku, kini bersama anak-anak dan suami rajin memilah sampah rumah tangganya untuk dikumpulkan dan disetor ke Bank Sampah Jalak Uren.

“Alhamdulillah, dengan adanya program Bank Sampah ini, lingkungan semakin bersih dan rumah makin kinclong. Barang-barang bekas, khususnya botol minuman mineral bisa kita kumpulkan dan jual ke Bank Sampah. Lumayan untuk tambahan buat kebutuhan dapur pak,” kata Ibu dari dua anak ini dengan membawa dua karung sampahnya yang sudah dipilah ke Bank Sampah Jalak Uren.
Ketua pengelola Bank Sampah Jalak Uren RW 029, Bunda Lina menyampaikan bahwa partisipasi warga terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin baik.
“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Hampir setiap pekkan ada saja yang datang membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah. Ini sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Ibu Ketua TP-PKK RW 029 Pengasinan Rawalumbu ini.
Namun demikian, pihak pengurus mengaku masih menghadapi kendala dalam proses pengangkutan sampah dari titik pengumpulan menuju lokasi pengepul atau tempat pengolahan lanjutan.
Saat ini, proses tersebut masih dilakukan secara manual dengan keterbatasan sarana yang ada.
Untuk itu, pengurus Bank Sampah Jalak Uren, Ardi yang juga Ketua RT 05/RW 029, berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta berupa gerobak motor sampah.
Menurutnya, fasilitas tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang operasional agar pengangkutan sampah menjadi lebih cepat, efisien, dan menjangkau lebih banyak warga.
“Kedepannya, kami sangat berharap bisa mendapatkan bantuan gerobak motor sampah. Dengan adanya kendaraan operasional itu, tentu kegiatan bank sampah akan lebih maksimal dan pelayanan kepada warga bisa semakin baik. Mengingat jika sampah yang dipilah banyak atau barang bekas yang mau disetorkan berukuran besar bisa dijemput dengan Gerobak Motor Sampah,” tambahnya yang mengaku garasi mobil rumahnya sempat dijadikan tempat penampungan sementara sampah yang sudah dipilah tersebut sebagai pilot project Bank Sampah Jalak Uren.
Keberadaan Bank Sampah Jalak Uren RW 029 Pengasinan Rawalumbu tidak hanya berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari rumah.
Program ini diharapkan terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. (pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





