BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Ribuan personel gabungan TNI dan Polri mulai digeser ke sejumlah titik pengamanan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Bekasi.
Sebanyak 12.261 personel dilibatkan dalam Operasi Wibawa Mukti 2026 untuk mengamankan seluruh tahapan Pilkades, mulai dari pencoblosan hingga proses penghitungan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026).
Personel tersebut disebar di 23 kecamatan yang berada dalam wilayah hukum 17 Polsek. Apel pergeseran pasukan pengamanan digelar di Lapangan Central Park Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (19/9/2026).
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan, pengerahan pasukan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan Pilkades berlangsung aman dan kondusif.
“Kita hari ini bersama seluruh pasukan melaksanakan apel pergeseran pasukan dalam rangka Pilkades Operasi Wibawa Mukti 2026. Adapun personel yang kita libatkan 12.261 dan kita sebar luas di 23 kecamatan, 17 Polsek,” kata Andi seusai apel.
Dari total kekuatan tersebut, sekitar 4.200 personel merupakan anggota internal Polri. Sementara unsur TNI turut dilibatkan, termasuk sekitar 430 Babinsa yang ditempatkan melekat di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).
“Untuk 4.200 itu personel Polri internal. Untuk 12.000 itu gabungan, ada dari Kodim. Kita juga pelibatan personel kurang lebih sekitar 430 untuk Babinsa, itu juga melekat di masing-masing TPS,” ujarnya.
Pemetaan TPS Jadi Perhatian
Pengamanan Pilkades tidak dilakukan dengan pola yang sama di seluruh wilayah. Kepolisian terlebih dahulu melakukan pemetaan berdasarkan tingkat kerawanan di masing-masing TPS.
Hasil pemetaan menunjukkan terdapat 112 TPS yang masuk kategori rawan dan 9 TPS berstatus sangat rawan.
Sembilan TPS dengan kategori sangat rawan tersebut berada di dua kecamatan, yakni tiga TPS di Kecamatan Tambun Selatan dan enam TPS di Kecamatan Cikarang Utara.
Sementara itu, sebanyak 3.107 TPS dikategorikan aman.
Andi mengatakan, kondisi keamanan menjelang hari pencoblosan secara umum masih kondusif.
Namun, aparat tetap mengantisipasi potensi gesekan, terutama yang berkaitan dengan pasangan calon yang tidak lolos maupun dinamika di antara pendukung calon.
“Dari situasi pemantauan di lapangan hari ini masih kondusif. Hanya gesekan sedikit terkait masalah ketidakterimaan mereka yang tidak lolos, kemudian gesekan-gesekan sesuai dengan peta intelijen,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman pada pelaksanaan Pilkades sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan titik-titik yang membutuhkan pengamanan lebih.
Antisipasi Konflik Setelah Penghitungan Suara
Perhatian aparat tidak hanya diarahkan pada saat warga memberikan suara. Tahapan setelah pencoblosan, terutama proses penghitungan dan pengumuman hasil, juga menjadi salah satu titik yang diantisipasi.
Potensi persoalan dapat muncul ketika pasangan calon atau pendukung tidak menerima hasil penghitungan suara.
“Yang pasti harus diperhatikan terkait masalah hasil penghitungan, kemudian ketidakterimaan kekalahan. Tetapi kan kemarin kita sudah deklarasi bersama. Harapan saya ini dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon dan simpatisannya,” kata Andi.
Untuk TPS dengan kategori sangat rawan, kepolisian menyiapkan pola pengamanan yang lebih besar, yakni 10 personel Polri yang diperkuat delapan personel TNI/Linmas.
Sementara untuk TPS kategori aman, pengamanan dilakukan dengan pola lima personel Polri serta delapan personel TNI/Linmas untuk empat TPS.
Pola tersebut disiapkan berdasarkan tingkat kerawanan dan kondisi di masing-masing wilayah.
Tiga Skenario Keamanan
Selain pengerahan personel, aparat juga menyiapkan skenario pengamanan berdasarkan tiga kondisi keamanan, yakni hijau, kuning, dan merah.
Simulasi tersebut mencakup berbagai kemungkinan gangguan, mulai dari aksi massa pendukung calon yang memprotes hasil Pilkades secara keras hingga ancaman keamanan yang lebih serius.
Pemetaan terhadap potensi konflik menjadi bagian penting dalam strategi pengamanan Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi.
Dengan ribuan personel yang mulai ditempatkan di lapangan, aparat berharap seluruh tahapan pemilihan kepala desa dapat berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga proses penghitungan suara selesai.
Pilkades serentak Kabupaten Bekasi sendiri dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, dengan ribuan warga menggunakan hak pilihnya untuk menentukan kepala desa di wilayah masing-masing. (pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.






