Operasi Siber Polda Maluku Belum Temukan Berita Hoaks dan Penghinaan Jelang Pemilu 2024

oleh -584 Dilihat
oleh
Petugas Patroli Cybercrime.

JAKARTAPEDIA.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memastikan, hingga hari ke-21 operasi siber di dunia maya belum temukan adanya keonaran yang ditimbulkan akibat komunikasi bermuatan penghinaan, berita hoaks dan ujaran kebencian.

“Sampai hari ini, tim patroli siber tidak menemukan adanya komunikasi medsos yang bermuatan penghinaan, SARA, ujaran kebencian dan atau menyebarkan kabar pemberitaan bohong yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat, di Ambon.

Kondisi tersebut, katanya dipastikan oleh Subsatgas Penegakan Hukum Siber Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku 2024 yang melakukan patroli kamtibmas di dunia maya atau media sosial, hingga hari ini.

Ia menyebutkan Patroli siber dilaksanakan di sejumlah media sosial seperti facebook, twitter, youtobe, snack video dan lain-lain.

“Yang lagi marak di medsos saat ini terkait pendapat dan tanggapan atas Putusan Sidang Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK),” katanya seperti dilansir Kamis (9/11/2023).

Meskipun demikian, Polda Maluku terus mengimbau masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Kami mengajak masyarakat agar jangan saling mengadu domba, hindari penyebaran berita hoaks dan isu-isu negatif yang dapat menyebabkan perpecahaan di antara sesama orang Maluku,” ajaknya.

Selain operasi siber, katanya, Satgas OMB Polda Maluku juga gencar melakukan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli serta monitoring sejumlah objek penting menjelang Pemilu.

Beberapa objek penting yang kerap menjadi sasaran pengamanan yaitu kantor KPU, Bawaslu, DPRD dan kontainer berisi logistik Pemilu di Pelabuhan Terminal Peti Kemas Ambon.

“Secara umum sejumlah objek penting dan situasi kamtibmas di Kota Ambon dan sekitarnya aman dan terkendali,” katanya.

Tim satgas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat di tempat-tempat keramaian seperti pasar hingga pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Warga diajak agar dapat membantu aparat keamanan untuk menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing. (ant/rus)