BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026, pesan menjaga persaudaraan dan kondusivitas disampaikan kepada seluruh calon kepala desa yang akan berkompetisi.
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Andi Oddang Riuh Hutomo mengajak ratusan calon kepala desa untuk berkompetisi secara sehat serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu konflik di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri deklarasi damai Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (17/9/2026) kemarin.
Pilkades Serentak 2026 akan berlangsung di 154 desa. Dengan jumlah wilayah dan kandidat yang terlibat, Kapolres menilai seluruh pihak perlu memiliki komitmen bersama agar setiap tahapan pemilihan berlangsung aman dan tertib.
Andi Oddang meminta para calon kepala desa mengedepankan program, gagasan, serta visi dan misi pembangunan dalam menyampaikan diri kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar para kandidat tidak membawa isu yang berpotensi memicu gesekan.
“Para calon harus memiliki mental siap menang dan siap kalah. Jangan sampai ada pihak yang terprovokasi. Mari bersama-sama menjaga kedamaian di tengah masyarakat, termasuk saat pemungutan suara 20 September besok,” kata Andi Oddang dalam keterangan tertulis yang disampaikan Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, Pilkades bukan sekadar kompetisi untuk mendapatkan jabatan kepala desa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga demokrasi di tingkat desa.
Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, perbedaan tersebut perlu dikelola agar tidak berkembang menjadi perpecahan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres juga menekankan pentingnya netralitas, transparansi, kejujuran, keadilan, serta profesionalitas panitia dalam menjalankan seluruh tahapan pemilihan.
Hal tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses Pilkades.
Sementara itu, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan Pilkades merupakan proses demokrasi masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat desa.
Menurut Asep, kompetisi politik di tingkat desa tetap harus berlangsung secara sehat dengan mengedepankan persaudaraan meskipun masyarakat memiliki pilihan yang berbeda.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Asep mengapresiasi sinergi Kepolisian, TNI, pemerintah daerah, panitia, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam menjaga pelaksanaan tahapan Pilkades Serentak 2026.
Dalam deklarasi damai tersebut, seluruh calon kepala desa menyatakan komitmennya untuk mewujudkan Pilkades yang aman, tertib, damai, jujur, dan adil.
Para kandidat juga menyatakan siap berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan etika, sekaligus menaati seluruh ketentuan yang berlaku.
Komitmen tersebut mencakup penolakan terhadap berbagai bentuk provokasi, penyebaran hoaks, politik uang, intimidasi, kekerasan, maupun tindakan lain yang berpotensi menimbulkan konflik.
Para calon kepala desa juga menyatakan siap menerima hasil pemilihan secara demokratis, baik dalam posisi sebagai pemenang maupun pihak yang belum memperoleh kemenangan.
Komitmen bersama itu kemudian diperkuat melalui penandatanganan deklarasi damai oleh seluruh calon kepala desa sebagai bagian dari upaya menjaga Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 tetap berlangsung aman dan kondusif. (ist/bp)
“Dibuka Kesempatan Bergabung Menjadi Wartawan Biro Kabupaten Bekasi, Jika Berminat Silahkan WA ke 0815-1086-8686”
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





