BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan zaman, upaya menjaga akar budaya terus menjadi pekerjaan penting bagi setiap daerah. Semangat itulah yang dibawa jajaran Dewan Kesenian, Kebudayaan Kota Bekasi (DK3B) saat bersilaturahmi dan beraudiensi dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk membangun sinergi program kerja lima tahun ke depan.
Mengusung tema “Menjaga dan Merawat Budaya Nusantara”, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang perkenalan kepengurusan baru. Lebih dari itu, menjadi langkah awal menyatukan visi antara insan seni budaya dan pemerintah daerah dalam memperkuat identitas Kota Bekasi sebagai kota yang kreatif dan berbudaya.

Dipimpin Ketua Umum DK3B, Alamsyah Pradja, rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Nadih Arifin, didampingi jajaran Disparbud.
Audiensi kemudian berlanjut bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang turut menyambut berbagai gagasan dan program yang disampaikan.
Dalam pertemuan tersebut, DK3B memperkenalkan susunan kepengurusan baru sekaligus memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi arah gerak organisasi ke depan.
Bagi DK3B, pembangunan seni dan budaya tidak cukup hanya dengan kegiatan seremonial, tetapi harus dibangun melalui kerja yang berkelanjutan.
Alamsyah menjelaskan, terdapat tiga fokus utama yang akan menjadi pijakan organisasi, yakni pelestarian, pengembangan, dan kolaborasi.
Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem seni budaya yang kuat dan mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan potensi seni yang dimiliki daerah.
Sementara kolaborasi menjadi kunci untuk menyatukan para seniman, budayawan, komunitas kreatif, hingga pemerintah agar dapat bergerak dalam satu tujuan yang sama.
Salah satu program unggulan yang tengah dipersiapkan adalah Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Kegiatan tahunan ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi para seniman dan komunitas budaya sekaligus memperkuat identitas Kota Bekasi di tengah keberagaman masyarakatnya.
Melalui PNBK, berbagai ekspresi seni dan budaya Nusantara akan mendapat panggung yang lebih luas. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya yang dimiliki.

Selain mempersiapkan agenda budaya’ tahunan, DK3B juga akan menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026. Forum tersebut akan digunakan untuk melakukan pendataan, pemetaan potensi, serta menyusun program kerja setiap kompartemen yang berada di bawah naungan organisasi.
Langkah lain yang juga masuk dalam agenda organisasi adalah kunjungan ke Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi dan pertukaran pengalaman mengenai tata kelola seni dan budaya daerah yang dinilai berhasil mengembangkan potensi lokalnya.
Bagi DK3B, keberhasilan membangun budaya tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah menjadi faktor penting agar berbagai program dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, Alamsyah berharap Pemerintah Kota Bekasi terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal melalui kebijakan yang berpihak pada identitas daerah.
Ia menegaskan bahwa kehadiran DK3B bukan hanya membawa program, melainkan juga menawarkan kolaborasi dalam merumuskan arah pembangunan kebudayaan Kota Bekasi.
Respons positif pun datang dari Pemerintah Kota Bekasi. Berbagai gagasan yang dipaparkan DK3B mendapat sambutan baik dan dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Pemerintah menyatakan kesiapan untuk bersinergi melalui penyediaan ruang publik, fasilitasi kegiatan seni budaya, hingga integrasi program dengan agenda pembangunan kota.
Silaturahmi tersebut menjadi penanda awal penguatan kerja sama antara DK3B dan Pemerintah Kota Bekasi. Di balik pertemuan yang berlangsung hangat itu tersimpan harapan besar agar seni dan budaya tidak hanya menjadi pelengkap pembangunan, melainkan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan jati diri Kota Bekasi menuju kota yang maju, kreatif, dan berbudaya. (pede/ist)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.







