Dinkes Kota Bekasi Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Tracing TB Sasar Warga Jakasetia

oleh -
oleh
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan tracing tuberkulosis (TB) yang menyasar masyarakat di wilayah Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan. (foto: supri)

BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Upaya mendeteksi penyakit sejak dini terus dilakukan Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Salah satunya dengan mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan tracing tuberkulosis (TB) yang menyasar masyarakat di wilayah Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka tanpa harus menunggu munculnya keluhan.

Selain pemeriksaan kesehatan dasar, masyarakat juga mendapatkan skrining untuk mengetahui risiko terpapar TB.

Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Nur Astuti, mengatakan tracing TB dilakukan dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki kasus TB cukup banyak.

Puskesmas kemudian melakukan identifikasi terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB. Kelompok tersebut menjadi sasaran pemeriksaan karena memiliki risiko lebih tinggi terpapar penyakit.

“Harapannya untuk memutus rantai penularan TB,” ujar Nur Astuti pada Jum’at (2/10/2026).

Menurut Nur Astuti, setiap lokus puskesmas memiliki sasaran sekitar 100 peserta. Pelaksanaan kegiatan melibatkan petugas puskesmas bersama kader posyandu, sementara Dinas Kesehatan memberikan dukungan, termasuk penyediaan peralatan pemeriksaan.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada TB. Program tracing TB digabungkan dengan CKG sehingga warga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara lebih menyeluruh.

Pemeriksaan antara lain mencakup gula darah serta sejumlah indikator kesehatan lainnya. Dengan pola layanan terintegrasi ini, warga diharapkan tidak hanya mengetahui risiko TB, tetapi juga dapat mengenali faktor risiko penyakit lain yang mungkin selama ini tidak disadari.

Nur Astuti berharap kegiatan tersebut dapat menjangkau masyarakat secara luas. Deteksi lebih awal dinilai penting agar warga yang memiliki penyakit maupun faktor risiko kesehatan dapat segera memperoleh tindak lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan.

Warga Sambut Baik, Minta Kuota Ditambah

Pelaksanaan CKG di lingkungan warga mendapat sambutan positif. Ketua RT 01 RW 01 Jakasetia, Bekasi Selatan, Moch Nurzaman, menilai pemeriksaan kesehatan yang langsung digelar di lingkungan masyarakat sangat membantu warga.

Menurutnya, sebagian masyarakat terkadang terkendala waktu maupun biaya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri ke fasilitas kesehatan.

Namun, ia berharap jumlah kuota pemeriksaan dapat ditingkatkan karena tingginya minat warga untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Di wilayahnya, sekitar 12 hingga 13 warga dapat mengikuti pemeriksaan, sementara jumlah warga mencapai lebih dari 1.000 orang. Bahkan, menurutnya, warga yang berminat mengikuti pemeriksaan mencapai lebih dari 50 orang.

“Kalau bisa persentasenya dinaikkan. Kalau kuotanya dilebihkan, warga pasti senang,” kata Moch Nurzaman.

Ia juga berharap program pemeriksaan kesehatan gratis dapat dilakukan secara rutin dan terjadwal, baik setiap tahun maupun beberapa bulan sekali.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang hadir langsung di lingkungan warga menjadi bentuk pelayanan yang memudahkan masyarakat, khususnya mereka yang kesulitan meluangkan waktu untuk datang ke puskesmas.

Ditemukan Tekanan Darah dan Gula Darah Tinggi

Sementara itu, tenaga kesehatan Puskesmas Jakasetia, Yuris, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara masih ditemukan warga dengan tekanan darah dan gula darah yang tinggi.

Selain itu, terdapat pula warga yang belum rutin melakukan kontrol maupun menjalani pengobatan.

Yuris menjelaskan, hasil pemeriksaan tersebut masih perlu direkapitulasi. Beberapa hasil juga memerlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan kondisi kesehatan warga.

Bagi masyarakat yang mendapatkan hasil pemeriksaan tinggi, petugas mengarahkan mereka untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Adapun pemeriksaan dalam program CKG meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, status gizi, tekanan darah, gula darah, hingga skrining risiko penyakit, termasuk risiko TB.

Yuris menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah merasakan keluhan.

Sebab, sejumlah penyakit maupun faktor risiko kesehatan dapat muncul tanpa disertai gejala yang dirasakan secara langsung.

Karena itu, masyarakat dianjurkan memanfaatkan program CKG dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun.

Selain pemeriksaan, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi serta aktivitas olahraga secara rutin.

Melalui integrasi CKG dan tracing TB tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bekasi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini semakin meningkat.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, warga yang memiliki penyakit atau faktor risiko dapat segera memperoleh penanganan dan tindak lanjut, sekaligus membantu upaya memutus rantai penularan TB di tengah masyarakat. (pri/jek)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.