BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025-2030 di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10/2026) lalu.
Asep sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati Bekasi sekaligus pelaksana tugas (Plt) bupati Bekasi. Pengangkatannya sebagai bupati definitif seusai Bupati Bekasi Ade Kuswara terjerat kasus korupsi ijon proyek, serta keluarnya Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 100.2.1.3-3282 Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Melalui keputusan tersebut, Asep resmi diberhentikan dari jabatan wakil bupati Bekasi dan dikukuhkan sebagai bupati Bekasi untuk melanjutkan kepemimpinan daerah hingga akhir masa jabatan 2025-2030.
Dalam arahannya seusai pelantikan, Dedi Mulyadi meminta Asep segera fokus melakukan pembenahan di sejumlah sektor strategis, mulai dari pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pembangunan infrastruktur.
Dedi menilai latar belakang Asep sebagai seorang dokter harus menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Bupatinya dokter maka harus fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Coba bisa sediakan dokter keluarga di setiap desa dan kelurahan, jadi tidak lagi di puskesmas,” kata Dedi.
Selain kesehatan, Dedi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan dan fasilitas pendidikan.
Dia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses lelang proyek serta optimalisasi penggunaan anggaran daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Targetin bupati tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan bolong di Bekasi. 2027 tidak boleh lagi ada sekolah jelek di Bekasi,” ujar Dedi.
Dedi juga mengingatkan Asep agar menjalankan tugas sebagai kepala daerah secara profesional dan tidak terlibat dalam urusan bisnis.
Menurutnya, proses pengadaan dan tender proyek pemerintah harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan profesional untuk mencegah konflik kepentingan. “Bupati fokus pada pekerjaan. Saya yakin gaji bapak sudah cukup,” kata Dedi. (ist/ant)






