BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Deru roda sepeda berpadu dengan semilir angin pantai menjadi pemandangan berbeda di pesisir utara Bekasi. Bukan sekadar perlombaan adu kecepatan, Bekasi Coastal Gravel 2026 hadir membawa pesan lebih besar: memperkenalkan potensi wisata olahraga (sport tourism) sekaligus mengajak masyarakat mengenal pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Dengan mengusung tema “From Urban Beats to Coastal Beast”, ajang balap sepeda gravel yang digelar di REVO Mall, Bekasi, Sabtu (25/7/2026), ini menjadi ruang pertemuan antara olahraga, petualangan, dan kepedulian lingkungan.
Founder GX-ID (Gravel & Ultra Cycling Indonesia), Budi Yakin, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai kompetisi ketahanan fisik para pesepeda, tetapi juga sebagai gerakan untuk membangun kesadaran terhadap lingkungan pesisir Indonesia.
“Melalui petualangan sepeda ini, kami ingin menumbuhkan literasi ekologi pesisir sekaligus membuktikan bahwa pesisir Indonesia menyimpan potensi sport tourism yang luar biasa,” ujar Budi dalam keterangannya yang dilansir pada Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, Bekasi Coastal Gravel 2026 menjadi langkah awal untuk memperkenalkan wajah lain kawasan pesisir Bekasi yang selama ini belum banyak dikenal sebagai destinasi olahraga petualangan.
Dengan rute yang melintasi kawasan pesisir utara Bekasi, para peserta harus menghadapi karakter lintasan yang unik. Jalan tanah, pasir, terpaan angin pantai, hingga panas matahari menjadi bagian dari tantangan yang menguji daya tahan sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pesepeda.

Penyelenggara bahkan menargetkan Bekasi Coastal Gravel 2026 menjadi ajang coastal gravel pertama di Asia, dengan konsep yang menggabungkan eksplorasi alam, olahraga ekstrem, serta edukasi mengenai keberlanjutan lingkungan.
Mengangkat Potensi Pesisir Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang dinilai memiliki peluang besar dalam mengembangkan wisata olahraga berbasis kawasan pesisir.
Melalui ajang ini, GX-ID ingin menunjukkan bahwa kawasan pantai tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan wisata, tetapi juga menyimpan kekayaan ekosistem yang perlu dijaga bersama.
GX-ID sendiri merupakan komunitas yang sejak 2018 aktif mengembangkan olahraga sepeda gravel melalui berbagai kegiatan sosialisasi, literasi, kompetisi, hingga penguatan jejaring komunitas.
Saat ini, GX-ID telah memiliki lebih dari 80 ribu anggota yang tersebar di 25 kota dan wilayah di Indonesia.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan sektor sport tourism di daerah.
Empat Kategori Tantangan
Bekasi Coastal Gravel 2026 menghadirkan empat kategori bagi para peserta, yakni Race 100+ kilometer, Gravel Ultra 150+ kilometer, serta Gravel Ride 50+ kilometer dan 80+ kilometer yang bersifat nonkompetitif.
Kategori Race 100+ kilometer menjadi kelas utama dengan jarak tempuh sekitar 116 kilometer. Kategori ini mempertandingkan kelas putra, putri, master 50+, hingga pasangan.
Sementara itu, kategori Gravel Ultra 150+ kilometer diperuntukkan bagi para pesepeda yang memiliki kemampuan endurance tinggi dan siap menghadapi tantangan jarak jauh.

Ajang ini juga menarik perhatian sejumlah pegiat olahraga endurance nasional, di antaranya Chaidir Akbar dan Patricia Lisia, serta sejumlah finisher Bentang Jawa yang dikenal sebagai pesepeda jarak jauh.
Lebih dari sekadar perlombaan, Bekasi Coastal Gravel 2026 menjadi simbol bahwa olahraga dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan potensi daerah sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan. Dari kayuhan roda sepeda, muncul harapan baru agar pesisir Bekasi semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism yang berkelanjutan. (ist/ant)










