Wow! Ribuan Pengantin Asal Kota Bekasi Numpang Menikah di Jakarta

oleh -340 views
Pagelaran Wedding Expo 2019.

BEKASI SELATAN, bekasipedia.com – Sekitar 17.000 pengantin asal Kota Bekasi melakukan pernikahan selama kurun setahun pada 2018 lalu. Namun kebanyakan atau 70 persen lebih, mereka lebih memilih menikah di wilayah lain, seperti DKI Jakarta.

Alasannya, sarana dan prasarana pendukung pesta di sana lebih banyak pilihan dibanding Kota Bekasi.

“Pilihan gedung untuk menggelar pesta pernikahan sangat banyak di Jakarta, sehingga warga Bekasi memilih Jakarta untuk lokasi nikah,” kata Ketua Bidang Pengembangan Kehidupan Perkotaan pada Tim Percepatan Penyelenggara Pemerintah dan Pembangunan, Benny seperti dilansir Senin (25/3/2019).

Hal itu dikatakan Benny saat jumpa pers tentang pagelaran Wedding Expo 2019 ke-5 di Grand Metropolitan Mal, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Kamis (21/3/2019) kemarin.

Acara yang digelar selama tiga hari dari 29-31 Maret ini sekaligus rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-22 yang jatuh pada 10 Maret 2019 lalu.

Menurut Benny, angka pasangan yang menikah asal Kota Bekasi itu diperoleh dari survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi 2018. Kebanyakan yang menikah saat itu adalah pasangan milenal dengan usia produktif sekitar 23 tahun sampai 35 tahun.

“Karena mereka adalah kaum milenial, tentu cenderung memiliki banyak pilihan untuk menentukan lokasi pernikahan,” ujarnya.

Dengan adanya Wedding Expo ini, Benny berharap agar masyarakat Kota Bekasi bisa menjadi pilihan kaum milenal untuk menikah.

Di sana, kata dia, akan menyajikan berbagai vendor seperti katering, griya pengantin, dekorasi pengantin, gedung pernikahan dan hotel-hotel terkemuka di wilayah Kota Bekasi.

“Kita juga menggelar fashion kebaya dan batik khas Bekasi yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk mengenakan pakaian ini dalam pesta pernikahannya,” jelasnya.

Bukan itu saja, pemerintah daerah kata dia, akan menggodok bersama-sama putra daerah asli Bekasi untuk mengeluarkan souvenir khas asli Bekasi. Seperti yang sekarang ini sudah ditonjolkan adalah senjata tajam jenis Golok.

Menurut dia, golok akan dijadikan souvenir khas Bekasi. “Bisa saja setiap pernikahan di Bekasi souvenir golok ini diberikan, sebagai bukti kita kaya dengan budaya,” kata Benny.

Sebagai penutup Wedding Expo 2019, kata dia, pihak penyelenggara juga menyiapkan hadiah TV LED, cincin kawin, voucher menginap di hotel, voucher tiket nonton XXI, sepeda motor Yamaha Lexi, hingga paket liburan ke Lombok dan Bali.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, H. Mujani tidak menampik adanya sejumlah calon pengantin asal Kota Bekasi yang memilih menggelar pesta pernikahan di DKI Jakarta.

Namun dia tidak mengetahui jumlah tersebut, karena pendataannya ada di masing-masing Kantor Urusan Agama (KUA) di 12 kecamatan di Kota Bekasi.

“Kita tidak bisa melarang mereka mau menggelar pesta pernikahan di sana. Kita hanya meminta surat rekomendasi dari tempat sepasang pengantin itu menggelar pernikahan,” kata Mujani beberapa waktu lalu.

Mujani memprediksi, paling banyak warga Kota Bekasi yang menikah di Jakarta berasal dari Kecamatan Pondok Gede.

Selain berdekatan dengan daerah Jakarta Timur, wilayah di sana juga terdapat gedung pernikahan, yaitu di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

“Kemungkinan paling banyak ada di wilayah Kecamatan Pondok Gede,” jelasnya. (*)