BEKASIPEDIA.com – Apel merupakan salah satu jenis camilan sehat yang praktis dikonsumsi dan mengandung hingga 5 gram serat per buahnya.
Namun, sebaiknya cuci terlebih dahulu buah tersebut sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan residu yang tidak diinginkan.
“Apel tersebut telah ditanam di luar ruangan, dipanen, dikemas, diangkut, dipajang, dibeli, dan ditangani. Sepanjang perjalanan, permukaannya dapat mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme,” kata profesor kebijakan pangan dari Universitas Northeastern Darin Detwiler, LP.D., M.A.Ed., dalam siaran Eating Well yang dilansir pada Minggu (13/9/2026).
Detwiler menyampaikan mencuci membantu menghilangkan kotoran dan mengurangi mikroorganisme yang mungkin ada di permukaan apel, meski tidak mensterilkan apel atau menghilangkan setiap kemungkinan patogen.
Hal ini dikarenakan terdapat kemungkinan bahwa pisau atau pengupas yang digunakan berpotensi membawa kontaminasi dari permukaan luar ke daging buah yang akan kita makan.
Ahli diet berbasis nabati di Los Angeles Jackie Newgent, RDN menyampaikan bahwa secara umum ada tiga langkah yang perlu diikuti dalam mencuci apel di rumah.
Pertama, pastikan untuk mencuci apel dengan menggunakan sikat buah dan sayur yang bersih. Gosok seluruh apel secara menyeluruh di bawah air dingin yang mengalir kemudian keringkan dengan handuk dapur bersih atau tisu dapur.
Spesialis program keamanan pangan senior di National Environmental Health Association Melissa Vaccaro, M.S., CP-FS, PCQI, menambahkan bahwa tidak perlu menggunakan sabun atau deterjen untuk membersihkan apel.
“Buah dan sayur bersifat berpori dan dapat menyerap residu, dan baik Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) maupun Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan untuk tidak menggunakan sabun atau deterjen pada buah dan sayur,” kata Vaccaro.
Vaccaro juga menyarankan untuk menjauhkan buah dan sayuran dari daging mentah, unggas, dan makanan laut, dan gunakan tangan, talenan, dan peralatan yang bersih untuk mencegah kontaminasi silang,” kata Vaccaro.
Cara ini dianggap penting untuk mencegah bakteri baru masuk ke dalam apel yang baru saja dicuci.
Kiat lain yang dapat dilakukan adalah merendamnya untuk mengurangi konsentrasi pestisida. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merendam hasil pertanian dalam larutan cuka atau soda kue dapat mengurangi residu pestisida.
Sebuah meta-analisis yang meninjau penelitian menemukan bahwa merendam hasil pertanian seperti tomat dan paprika mengurangi keberadaan pestisida tertentu.
Meskipun demikian, hasilnya bervariasi di antara penelitian, dengan beberapa penelitian menunjukkan pengurangan 0 persen dan yang lain melaporkan pengurangan 94 persen.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami konsentrasi dan larutan yang efektif dalam menghilangkan pestisida. Tetapi tidak semua bahan makanan harus direndam.
“Ketika beberapa jenis hasil pertanian direndam bersama, mikroorganisme dari satu item berpotensi menyebar ke item lainnya. Untuk beberapa buah dan sayuran, air juga dapat masuk melalui lubang alami, ujung batang atau bunga, memar, atau area yang rusak lainnya. Mencuci di bawah air bersih yang mengalir adalah pendekatan yang lebih baik,” katanya.
Selanjutnya, buang area yang rusak karena bakteri yang dapat menyebabkan penyakit dapat berkembang biak di tempat-tempat yang rusak tersebut. (ist/ant)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.







