Kuliner Khas Bekasi ‘Gabus Pucung’ Bisa Jadi Obat Juga Loh…

oleh -1872 Dilihat
oleh
Ikan Gabus Pucung. (ist)

Ani Yudhoyono pada pertengahan April 2019 mulai menjalani kemoterapi dan sempat terhenti karena kondisi kesehatan menurun. Kemudian berlanjut setelah kondisi kesehatannya membaik. Istri presiden keenam Indonesia itu menderita kanker darah.

Ustaz Arifin Ilham yang menderita kanker getah bening dan kanker nesofaring juga sempat menjalani kemoterapi pada akhir 2018.

“Menjalani kemoterapi pasti membuat stamina tubuh drop, nafsu makan turun, Hb darah turun, rasa mual, muntah, rambut rontok, dan tubuh rasanya tidak nyaman dan menyakitkan. Apalagi ditambah masih harus minum obat-obatan,” ketiknya lagi.

Kekurangan albumin atau hipoalbumin ditemukan pada pasien dengan kondisi medis kronis seperti penderita kanker. Albumin bermanfaat untuk menstabilkan metabolisme di dalam darah dan kadar albumin tinggi terdapat pada ikan gabus.

“Dulu ketika orang mau operasi dikasih ikan gabus. Ternyata setelah dilakukan riset penelitian, ikan gabus itu kadar albuminnya tinggi. Albumin sebagai protein zat nutrisi dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki bekas luka operasi,” kata Ahli Obstetri dan Ginekologi dari RSIA Bunda DR Dr Taufik Jamaan SpOG beberapa waktu lalu.

Ikan gabus memiliki kandungan kadar albumin paling tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya karena memiliki kandungan protein (80,55 persen), albumin (33,07 persen), asam amino yang lengkap, serta mikornutrien (zinc, selenium, dan iron).

Berdasarkan hasil riset Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang, kandungan albumin pada ikan gabus paling tinggi dibandingkan dengan sumber albumin yang lain yaitu 62,24 gram/kilogram. Sementara, pada ikan lain atau daging dan telur hanya rata-rata 10 gram/kilogram.

Albumin merupakan bagian dari protein plasma darah yang memiliki banyak peran seperti mengatur tekanan osmotik darah, menjaga keseimbangan cairan didalam tubuh, sebagai pengangkut nutrsi didalam tubuh, dan membantu memperbaiki kerusakan jaringan sel di dalam tubuh. Albumin juga sangat diperlukan oleh ibu hamil (bumil).

Sewaktu menjalani operasi transplantasi liver di Tiongkok, Dahlan Iskan juga mendalami internet untuk mencari makanan apa yang dapat menaikkan albumin. Tapi tidak ditemukan melainkan ikan gabus.

“Dalam masa penantian itu saya tidak boleh terkena flu. Karena flu saja bisa mengurangi potensi kesuksesan transplantasi. Saya juga harus menjaga agar protein di darah saya, terutama albumin, tidak terus merosot. Untuk menambah protein banyak sumbernya. Mulai daging, putih telur sampai ikan. Tapi, meningkatkan albumin luar biasa sulitnya,” tulis Dahlan.

Pada blog pribadinya, pimpinan Jawa Pos Group itu berkisah ia sempat menghubungi Guru Besar Universitas Brawijaya Malang Prof. Eddy Suprayitno. Ia adalah satu-satunya orang yang meneliti ikan gabus.

Setelah yakin dengan penjelasan Prof Eddy, Dahlan meminta istrinya berburu ikan gabus setiap hari. Ia sendiri sudah lupa berapa banyak ikan gabus yang ia konsumsi. Di Tiongkok Dahlan kesulitan mencari ikan gabus, sampai pada akhirnya ia mencari alternatif ikan lain.

“Selama di Tiongkok saya kesulitan sumber albumin ini. Padahal, mempertahankan albumin menjadi amat penting. Dalam keadaan normal, liver bisa memproduksi albumin. Tapi, karena liver saya rusak, sungguh sulit mengatasinya. Akhirnya, agar badan tetap sehat, saya memutuskan untuk selalu makan banyak,” katanya. (*)