BEKASIPEDIA.com – Gejala seperti kaki kebas, kesemutan, dingin, hingga luka yang sulit sembuh dapat menjadi tanda masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan sirkulasi darah hingga kekurangan nutrisi penting.
Mengutip Times of India, sensasi kebas atau kesemutan yang sering digambarkan seperti “tertusuk jarum” bisa menjadi indikasi kekurangan vitamin B12 yang berperan penting dalam menjaga fungsi saraf.
Kekurangan vitamin ini dapat mengganggu kesehatan saraf tubuh. Karena itu, individu dengan gejala tersebut disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.
Sensasi Terbakar di Kaki
Rasa panas atau terbakar pada kaki dapat menjadi tanda neuropati perifer akibat kekurangan vitamin B6. Kondisi ini sering diperparah oleh diabetes, konsumsi alkohol berlebihan, serta pola makan tidak sehat.
Memenuhi kebutuhan nutrisi yang cukup dapat membantu meredakan gejala sekaligus mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
Kaki Dingin dan Pucat
Kaki yang terasa dingin dan tampak pucat bisa menjadi gejala anemia akibat kekurangan zat besi. Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Kurangnya zat besi menyebabkan pasokan oksigen menurun sehingga kaki terasa dingin. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 10–18 mg zat besi per hari, tergantung jenis kelamin dan kondisi kesehatan.
Sumber zat besi dapat diperoleh dari bayam, lentil, dan daging merah.
Pembengkakan pada Kaki
Pembengkakan atau edema pada kaki juga bisa dipicu oleh kekurangan protein. Protein berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Jika asupan protein kurang, tubuh dapat mengalami retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan. Kebutuhan protein orang dewasa berkisar 0,8–1,8 gram per kilogram berat badan per hari, tergantung aktivitas.
Luka Sulit Sembuh
Luka yang lama sembuh dapat menjadi tanda kekurangan vitamin C dan seng (zinc). Kedua nutrisi ini penting dalam proses penyembuhan jaringan.
Vitamin C membantu pembentukan kolagen, sementara seng berperan dalam sistem imun dan regenerasi sel. Kekurangan keduanya dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.
Kebutuhan harian vitamin C sekitar 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria. Sementara itu, kebutuhan seng sekitar 8 mg untuk wanita dan 11 mg untuk pria. (brs/pede)








