Dehidrasi Tak Boleh Diabaikan, Bisa Ganggu Jantung hingga Fungsi Ginjal

oleh -
oleh
Seorang wanita meminum air putih dari gelas untuk menjaga kesehatan tubuhnya. (istock/ist)

BEKASIPEDIA.com | JAKARTA – Rasa haus sering dianggap sebagai hal biasa, terutama setelah beraktivitas atau berada di tengah cuaca panas. Namun, rasa haus sebenarnya dapat menjadi sinyal bahwa tubuh mulai mengalami kekurangan cairan.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dehidrasi. Pasalnya, sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas air sehingga kecukupan cairan berperan penting dalam menjaga fungsi berbagai organ.

Ketika tubuh kekurangan cairan, salah satu dampaknya dapat dirasakan oleh sistem peredaran darah dan jantung.

“Darah mengental sehingga beban kerja jantung meningkat untuk memompa darah ke seluruh organ. Hal ini bisa memicu penurunan tekanan darah dan gejala pusing,” kata Putri di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Bukan hanya jantung, kekurangan cairan juga dapat berdampak pada fungsi ginjal. Menurut Putri, dehidrasi dapat membuat ginjal mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi penyaringan zat sisa dari dalam tubuh.

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan pembentukan batu ginjal.

Dalam kondisi yang lebih berat, dehidrasi akibat paparan panas dan kehilangan cairan berlebihan dapat berkembang menjadi heat exhaustion hingga heat stroke.

“Risiko heat exhaustion dan heat stroke yang dapat menyebabkan kegagalan organ dan meningkatkan risiko gangguan keselamatan jiwa,” ujarnya.

Dokter gizi lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan, tubuh sebenarnya memiliki sejumlah tanda yang dapat menjadi peringatan ketika kebutuhan cairan tidak tercukupi.

Rasa haus menjadi salah satu sinyal yang perlu diperhatikan. Putri bahkan menyebut rasa haus sebagai “sinyal darurat” bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi.

Selain rasa haus, masyarakat dapat memperhatikan perubahan warna urine. Urine yang semakin gelap dan pekat serta frekuensi buang air kecil yang menurun dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

“Warna urine lebih gelap dan pekat dan frekuensi buang air kecil menurun (kurang dari 4–5 kali sehari),” katanya.

Tanda lainnya dapat berupa sakit kepala ringan atau kepala terasa melayang, tubuh cepat lelah dan mengantuk, hingga sulit berkonsentrasi atau mengalami brain fog.

Sebagian orang juga dapat menjadi lebih mudah tersinggung. Sementara secara fisik, mulut, bibir, atau mata dapat terasa lebih kering karena produksi air liur dan air mata berkurang.

Putri juga menjelaskan adanya kondisi ketika seseorang tiba-tiba ingin mengonsumsi makanan manis. Menurut dia, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan respons tubuh ketika mengalami kekurangan cairan.

“Tiba-tiba ingin mengonsumsi makanan manis dikarenakan organ hati kesulitan memecah cadangan glikogen menjadi glukosa, sehingga tubuh mengirim sinyal ‘palsu’ berupa rasa lapar atau ingin gula,” tuturnya.

Untuk mencegah dehidrasi, Putri menyarankan masyarakat tidak menunggu hingga rasa haus muncul untuk mulai minum.

Prinsip minum sebelum haus dapat diterapkan dengan menyiapkan target konsumsi cairan minimal sekitar 2 hingga 2,5 liter per hari. Kebutuhan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas, termasuk menambah asupan ketika melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari.

Asupan cairan juga tidak selalu harus berasal dari air minum. Buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memperoleh mineral.

Beberapa pilihan yang dapat dikonsumsi antara lain semangka, melon, jeruk, timun, selada, maupun makanan berkuah seperti sup bening.

Dengan mengenali tanda-tanda awal kekurangan cairan dan memenuhi kebutuhan cairan secara teratur, masyarakat dapat membantu menjaga fungsi tubuh sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dehidrasi. (jek/ist)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.