Wali Kota Bekasi Sampaikan Duka, Pastikan Korban Lakalantas Mobil MBG di Aren Jaya Tertangani

oleh -
oleh
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (ist)

BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Suasana duka masih terasa di kawasan depan Alfamart Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi setelah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil MBG/SPBG menabrak sejumlah pedagang UMKM pada Selasa (12/5/2026).

Di tengah kepedihan itu, perhatian datang langsung dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang memastikan para korban mendapat penanganan terbaik.

Pada Rabu (13/5/2026), Tri Adhianto mendatangi rumah sakit untuk menjenguk korban yang masih menjalani perawatan. Usai kunjungan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang merenggut satu nyawa, seorang pedagang tahu krispi yang sehari-hari berjualan di lokasi kejadian.

Dengan nada penuh empati, ia mengaku sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi begitu tiba-tiba itu.

“Saya ingin mengucapkan belasungkawa. Kecelakaan kemarin menyebabkan satu orang meninggal dunia, yaitu penjual tahu krispi yang ada di depan. Saya merasa sangat empati dan prihatin atas kejadian ini. Saya berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Kita percaya bahwa setiap perjalanan hidup sudah ditentukan oleh Allah SWT,” ujar Tri.

Selain korban meninggal dunia, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif. Salah satunya merupakan kenek kendaraan, sementara korban lainnya adalah pedagang chicken dan es teh yang mengalami luka cukup serius hingga harus menjalani tindakan medis akibat patah tulang.

Tri menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi tidak akan tinggal diam. Ia memastikan seluruh korban mendapatkan perlindungan dan layanan kesehatan maksimal melalui dukungan program jaminan sosial, baik melalui BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

“Hari ini saya memastikan seluruh korban yang sedang dirawat mendapatkan perlindungan dan penanganan terbaik. Saya juga sudah menitipkan kepada pihak rumah sakit agar memberikan pelayanan terbaik sampai para korban pulih kembali,” tegasnya.

Menurutnya, insiden ini menjadi pengingat penting bahwa perlindungan bagi pekerja informal harus semakin diperluas.

Para pedagang kecil, pekerja harian, hingga pelaku UMKM dinilai perlu mendapatkan jaminan keselamatan kerja yang lebih kuat, karena risiko kecelakaan bisa datang kapan saja.

“Ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk memperbanyak cakupan asuransi tenaga kerja bagi masyarakat pekerja informal. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, meskipun secara logika kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi,” katanya.

Terkait tanggung jawab pihak pengelola SPBG/MBG, Tri menyebut akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mendalami persoalan tersebut.

Ia menegaskan, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian.

Namun, menurutnya, yang paling penting saat ini adalah adanya empati dan tanggung jawab sosial dari pihak pengelola terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kalau memungkinkan, keluarga korban juga harus mendapat perhatian, termasuk kesempatan kerja agar keberlangsungan pendidikan anak-anak korban tetap terjamin. Masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Wali Kota berharap seluruh korban yang masih dirawat segera pulih dan pihak pengelola SPBG melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja, kondisi kendaraan, hingga faktor kelelahan tenaga kerja agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Bagi warga sekitar, kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di ruang publik adalah tanggung jawab bersama—mulai dari pengelola usaha, pekerja, hingga pemerintah—agar roda kehidupan masyarakat kecil tetap berjalan tanpa harus dibayangi risiko yang tak terduga. (cepy/bp)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.