BEKASIPEDIA.com | KORA BEKASI – Langit pagi di kawasan Bantargebang masih menyisakan kekhawatiran setelah peristiwa longsor terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Aktivitas di sekitar lokasi tampak lebih waspada dari biasanya. Sejumlah petugas terlihat memantau kondisi lingkungan, sementara alat berat dan tim penanganan bersiaga untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Meski pengelolaan TPST Bantargebang berada di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Bekasi tetap mengambil peran aktif dalam membantu penanganan dampak yang terjadi di wilayah tersebut.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa longsor tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan pekerja dan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Lokasinya memang berada di Bekasi, tetapi pengelolaannya di bawah Pemprov DKI Jakarta. Yang terpenting sekarang adalah memastikan penanganan berjalan cepat dan kondisi di lapangan tetap aman,” ujar Tri seperti dilansir pada Kamis (12/3/2026).
Sebagai langkah cepat, Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi serta melakukan pemantauan di area sekitar lokasi longsor.
Tim di lapangan juga terus memonitor perkembangan situasi guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Selain itu, perhatian juga difokuskan pada potensi dampak lingkungan. Petugas disiagakan untuk mengawasi kemungkinan tumpahan sampah yang dikhawatirkan dapat mengalir menuju Kali Asem maupun ke kawasan permukiman warga di sekitar Bantargebang.
Pemantauan terhadap aliran air dan kondisi lingkungan dilakukan secara berkala guna mencegah dampak yang lebih luas. Langkah ini dinilai penting agar kejadian tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan maupun kerusakan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Tri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi terus menjalin koordinasi dengan pihak pengelola TPST dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar proses penanganan dapat berjalan cepat dan efektif.
“Kami ingin memastikan kondisi tetap aman, baik bagi para pekerja maupun masyarakat sekitar. Koordinasi dengan pihak pengelola terus dilakukan agar penanganan berjalan optimal,” katanya.
Di tengah kompleksitas persoalan pengelolaan sampah perkotaan, peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya sinergi antarwilayah. Bagi Pemerintah Kota Bekasi, meskipun pengelolaan TPST Bantargebang bukan berada di bawah kewenangannya, keselamatan warga tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. (rls/pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.




