BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Sekretariat GIBAS Kota Bekasi, Kamis malam (23/4/2026). Di tengah nuansa pasca-Ramadhan yang masih kental, tawa dan sapaan saling bersahutan dalam kegiatan halal bihalal yang digelar LSM Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kota Bekasi.
Namun, lebih dari sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini menyimpan semangat yang lebih besar: membangun kemandirian dan kontribusi nyata bagi daerah.
Di hadapan para tokoh masyarakat, unsur pemerintah, hingga jajaran pengurus sektor dan subsektor, Ketua GIBAS Kota Bekasi, Deni Muhamad Ali, menyampaikan harapan agar momentum ini menjadi titik balik menghidupkan kembali aktivitas organisasi.
“Setelah bulan Ramadhan, kami ingin seluruh program kembali berjalan optimal, baik kegiatan sosial maupun pelatihan anggota,” ujarnya.
Selama Ramadhan, aktivitas organisasi memang lebih difokuskan pada ibadah. Kini, GIBAS bersiap kembali menggulirkan berbagai agenda, mulai dari pengajian rutin hingga program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Namun, langkah GIBAS tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Deni menegaskan, organisasinya ingin mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Kota Bekasi.
Ia mendorong agar anggota tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut terlibat aktif sebagai bagian dari solusi.
“Kota Bekasi harus kita bangun bersama. Ormas juga harus hadir memberikan kontribusi nyata,” tegasnya.
Semangat itu diterjemahkan dalam sebuah gagasan besar: pemberdayaan anggota berbasis kemandirian ekonomi. GIBAS bersama sejumlah organisasi masyarakat lainnya tengah merancang konsep yang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi mendorong produktivitas.
Bagi Deni, kunci dari kemajuan bukan terletak pada bantuan yang terus-menerus, melainkan pada kemampuan masyarakat untuk berdiri di atas kaki sendiri.
“Melalui pemberdayaan yang tepat, kami optimistis ormas dapat berkontribusi hingga Rp20 miliar per tahun untuk APBD,” ungkapnya penuh keyakinan.
Meski masih dalam tahap pembahasan, gagasan ini diharapkan dapat diwujudkan melalui sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah.
Di sisi lain, nilai kepedulian sosial tetap menjadi denyut utama kegiatan malam itu.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyaluran santunan kepada anak yatim, sebuah simbol bahwa keberadaan organisasi tidak lepas dari tanggung jawab sosial kepada lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, yang hadir langsung bersama sejumlah pejabat lainnya. Ia menilai halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan ruang penting untuk memperkuat kebersamaan.
“Momentum seperti ini penting untuk menjaga persatuan dan membangun komunikasi yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat malam itu menjadi gambaran nyata sinergi yang terus terjalin di Kota Bekasi.
Bagi GIBAS, halal bihalal tahun ini bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga tentang menata langkah ke depan, membangun organisasi yang lebih produktif, masyarakat yang lebih mandiri, dan kota yang semakin berdaya.
Di tengah tantangan pembangunan yang kian kompleks, semangat kolaborasi seperti inilah yang menjadi harapan bahwa perubahan bisa dimulai dari kebersamaan.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting dan pejabat di antaranya:
•Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M.
•Kapolsek Bekasi Barat, AKP Dr. H. Wahyudi, S.H., M.H.
•Camat Bekasi Barat, H. Sudarsono, S.E., M.A.
•Dewan Penasihat GIBAS Kota Bekasi, H. Zaini Sidi.
(pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.






