BEKASIPEDIA.com | JAKARTA – President Director PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono menilai integrasi transportasi massal menjadi salah satu kunci untuk mendorong kemandirian kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Konektivitas yang semakin baik dinilai dapat menarik lebih banyak investasi sekaligus membuat masyarakat lokal bekerja dan berkarier di wilayahnya sendiri.
Menurut Darmono, keberadaan layanan Transjakarta rute Cawang hingga Jababeka dalam setahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga Cikarang dan Kabupaten Bekasi menuju pusat ibu kota.
“Kalau Transjakarta itu terjadi, maka orang-orang investasi di Cikarang makin suka karena transportasinya mudah, dan itu juga akan menimbulkan industri lebih banyak,” ujar Darmono kepada Beritasatu.com pada acara Investor Daily Summit (IDS) 2026 di Raffles Hotel, Jakarta.
Darmono menilai, integrasi transportasi massal tidak hanya mempermudah mobilitas harian pekerja komuter, tetapi juga menjadi instrumen penting agar masyarakat lokal Cikarang dapat bekerja dan berkarier di kotanya sendiri tanpa harus berpusat di Jakarta.
Dengan konektivitas yang semakin mumpuni, para pelaku industri, ekspatriat, hingga pekerja profesional diharapkan dapat tinggal dan menetap langsung di kawasan industri Cikarang.
Langkah tersebut dinilai dapat menekan arus urbanisasi dan kepadatan penduduk di Jakarta. Selain itu, pemerintah pusat juga diuntungkan karena efisiensi anggaran dapat dialokasikan tanpa harus membangun jaringan transportasi jarak jauh yang berbiaya tinggi.
“Sehingga rakyat Cikarang tidak usah jauh-jauh pergi ke Jakarta. Dengan begitu pemerintah juga diuntungkan, tidak usah membangun transportasi yang lebih mahal,” tambah Darmono.
Sebagai informasi, perhelatan Investor Daily Summit 2026 turut menjadi forum untuk membahas konektivitas dan pemerataan pertumbuhan ekonomi wilayah penyangga ibu kota.
Dalam kesempatan tersebut, Darmono mengupas pentingnya sinergi antara pengembangan kawasan industri mandiri dan fasilitas transportasi publik yang terintegrasi.
Ke depan, pengembangan integrasi antarmoda transportasi di kawasan industri seperti Jababeka diharapkan terus diperluas dan disempurnakan.
Model pembangunan yang menempatkan kawasan industri dan permukiman warga dalam satu poros dinilai layak direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat lebih merata hingga ke daerah penyangga. (ist/brs)






