Tips Makanan Sehat untuk Keluarga

oleh -1265 Dilihat
oleh

JAKARTA, BEKASIPEDIA.com – Chairman Herbalife Nutrition Institute David Heber mengatakan nutrisi memengaruhi kesehatan otak dalam berbagai cara karena apa yang kita makan tidak hanya memberi energi pada sel-sel otak kita, tetapi juga memberikan kebahagiaan dalam hidup, yang dapat mendukung suasana hati yang stabil.

“Para ilmuwan gizi telah mencatat bahwa makanan yang kita konsumsi dapat memiliki efek yang jauh lebih kompleks pada suasana hati dan temperamen kita,” jelas David dalam keterangannya diterima di Jakarta.

Berikut ini adalah enam jenis makanan yang kaya nutrisi untuk kesehatan otak seperti yang direkomendasikan oleh David.

1. Minyak Ikan.

Jika ada satu makanan yang dapat dikaitkan dengan kesehatan otak, minyak ikan adalah salah satu makanan yang tepat.

Alasannya karena ikan berlemak seperti ikan sarden, salmon, dan trout memiliki kadar omega-3 yang tinggi.

Ikan yang dipelihara di peternakan, termasuk ikan nila juga memiliki kandungan omega-3 dan omega-6.

Sekitar 60 persen otak terdiri dari lemak, dan asam lemak omega-3 berantai panjang (EPA dan DHA) yang terdapat dalam ikan adalah jenis lemak yang tidak diproduksi dengan efisien oleh tubuh, sehingga harus mendapatkannya dari makanan.

Asam lemak omega-3 juga berguna untuk menjaga kesehatan jantung.

2. Teh Hitam dan Teh Hijau

Teh hitam dan teh hijau memberikan hidrasi sepanjang hari yang penting untuk otak juga merangsang metabolisme dan membantu dalam meningkatkan energi.

Teh-teh ini juga mendukung aktivitas antioksidan dalam tubuh, yang membantu melindungi dari kerusakan radikal bebas.

Sebagai tips, usai diseduh teh jangan langsung diminum tapi berikan waktu agar air dapat mengekstrak dan mengkonsentrasikan komponen teh sehingga Anda mendapatkan manfaat maksimal.

3. Lutein.

Lutein adalah senyawa fitonutrien antioksidan berwarna kuning yang ditemukan dalam bayam, kubis dan alpukat, serta suplemen makanan untuk kesehatan mata.

Lutein terkonsentrasi di bagian belakang mata pada area yang disebut makula, yang paling terpapar sinar ultraviolet akibat fokus cahaya oleh lensa mata.

Mata terhubung dengan otak melalui saraf optik, dan lutein diangkut ke otak di mana konsentrasinya lebih tinggi daripada di dalam darah (58 persen antioksidan seperti karoten dalam otak, tetapi hanya 28 persen dari keluarga fitonutrien ini dalam aliran darah).

Sekarang ada studi baik pada orang muda maupun lansia yang menunjukkan efek positif lutein pada fungsi otak.

4. Cokelat Hitam.

Jenis cokelat ini kaya akan flavonoid yang merupakan antioksidan kuat yang dapat meningkatkan daya ingat dan membantu melambatkan penurunan mental terkait usia, terdapat dalam cokelat dengan kandungan kakao setidaknya 70 persen.

Misalnya, cokelat putih tidak mengandung kakao dan banyak permen hanya memiliki 30 persen kakao.

Kendati demikian, cokelat menjadi salah satu camilan favorit karena juga membuat otak melepaskan dopamine, yang mampu meningkatkan suasana hati.

5. Telur.

Telur merupakan bahan pangan kaya protein dan vitamin seperti B, D, dan E, yang dapat membantu meningkatkan daya ingat. Mikronutrien seperti kolin juga terdapat dalam telur, yang digunakan tubuh untuk membuat asetilkolin atau neurotransmitter yang membantu mengatur suasana hati dan daya ingat. Kuning telur juga mengandung lutein yang dapat membantu kesehatan otak.

6. Minyak Zaitun.

Minyak zaitun extra virgin kaya akan polifenol yang disebut hidroksitirosol, yang dihilangkan dalam bentuk minyak zaitun yang diproses. Antioksidan yang kuat ini dapat meningkatkan pembelajaran dan daya ingat, tetapi juga mengandung senyawa yang meniru penghilang rasa sakit.

Senyawa yang disebut oleokantal, bekerja seperti ibuprofen untuk menghambat komponen dari jalur rasa sakit yang disebut sistem prostaglandin.

“Pada akhirnya, pastikan untuk mengonsumsi makanan berkualitas tinggi yang mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan. Bagian penting lainnya dalam menjaga otak sehat adalah melakukan latihan neurobik, yang membantu meningkatkan perhatian, daya ingat, kognisi, dan suasana hati,” tutup David Herber. (ant/pede)