Sempat Terhenti Enam Tahun, Pemkab Bekasi Lanjutkan Pembangunan Jembatan Pantai Bakti Muaragembong

oleh -402 Dilihat
oleh
Jembatan Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupatan Bekasi, Jawa Barat, yang pembangunannya terhenti enam tahun. (ist/ant)

MUARA GEMBONG, BEKASIPEDIA .com – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melanjutkan kegiatan pembangunan Jembatan Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, setelah terhenti hampir enam tahun guna mewujudkan pemerataan dan percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln mengatakan kegiatan pembangunan jembatan dilanjutkan tahun ini mengingat peran penting akses infrastruktur tersebut bagi masyarakat.

“Tahun ini, kita lanjutkan karena kondisinya memang begitu dibutuhkan masyarakat. Nilai pekerjaan sebesar Rp120 miliar untuk lanjutan pembangunan jembatan berikut jalan pendekat,” katanya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dia mengatakan pemerintah daerah sudah mengajukan permohonan rekomendasi teknis pembangunan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Kementerian PUPR dan tinggal menunggu hasil sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.

“Kemarin, kami juga sudah sidang dan sudah kunjungan lapangan. Mudah-mudah dalam beberapa hari ke depan sudah keluar rekomendasi teknisnya, sehingga bisa langsung kita percepat ke tahap pengadaan barang dan jasa,” katanya seperti dilansir Senin (27/2/2024).

Henri mengaku pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Mekar ini sudah pernah dilakukan namun baru terbangun separuh sehingga dikenal dengan nama “jembatan buntung”.

“Pekerjaan tahap pertama jembatan dengan panjang 120 meter ini menelan biaya Rp16 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi tahun 2017,” ucapnya.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan tidak ada masalah dari terhentinya proses pembangunan berdasarkan laporan yang diterima. Hanya saja minim komitmen dalam penganggarannya, sehingga jembatan tersebut tidak kunjung dilanjutkan.

“Persoalannya hanya di anggaran, karena biaya membangun jembatan itu besar. Tahun-tahun kemarin pun akan dibangun tapi terhambat COVID-19. Lalu, setelah masa pemulihan, pembangunan jembatan bisa dilanjutkan,” katanya.

Dani memastikan pembangunan jembatan masih memanfaatkan infrastruktur yang telah terbangun.

“Bukan membangun jembatan baru, tapi melanjutkan yang sudah ada. Rencana pembangunannya bisa dimulai di triwulan kedua atau ketiga,” katanya. (ist/ant)