BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan terasa di Padepokan Sanggar Putra Annawaa, RT 05 RW 01, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (10/3/2026). Malam itu, Sanggar Putra Annawaa menggelar peringatan Milad ke-13 yang diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seni budaya, serta aksi sosial bagi masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, warga sekitar, para murid sanggar, serta santri dari Pondok Pesantren Miftahul Mahabbah Nawawi.
Kehadiran para tokoh setempat turut menambah khidmatnya perayaan milad tersebut, di antaranya Ketua RW 01 Murjih Syahroni dan Ketua RT 05 Nisin Sanjaya.

Sejumlah tokoh agama juga tampak hadir memberikan doa dan dukungan, di antaranya KH. Khoirudin Nawawi, Drs. Ujang Syarifudin, H. Sanisi, S.Pd.SD, Ust. Syahrulloh, S.Pd.I, Hasanudin, S.Pd, Ust. H. Nadi Supriadi, Ust. Ramdani, H. Aldiansyah, S.E, serta Sidi Mus’ab Al Hafidz Addimasqi Syuria.
Kegiatan ini juga dihadiri keluarga besar Jagabayan Kecirebonan yang turut memeriahkan peringatan milad.
Momentum milad ke-13 ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana berbagi kepada sesama. Dalam kesempatan tersebut, Sanggar Putra Annawaa menyalurkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa berupa 250 paket sembako.
Kegiatan sosial ini menjadi wujud kepedulian sanggar terhadap masyarakat sekitar. Bahkan, program santunan tersebut tidak hanya dilakukan pada momen milad saja.
Sanggar Putra Annawaa secara rutin menggelar kegiatan serupa setiap bulan pada malam Ahad Kliwon sebagai bagian dari program sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Perayaan milad juga semakin semarak dengan pertunjukan seni budaya berupa pewayangan berjudul Asma Pitu. Pertunjukan ini mengangkat nilai-nilai keagamaan dan budaya, sekaligus menjadi media dakwah yang disampaikan melalui seni tradisional yang sarat pesan moral.
Menariknya, pagelaran wayang tersebut diiringi alunan musik gamelan yang dipadukan dengan kolaborasi musik modern.
Perpaduan unsur tradisional dan kontemporer itu menciptakan nuansa seni yang unik dan memikat perhatian para tamu undangan yang hadir.

Selain pertunjukan seni, rangkaian kegiatan juga diisi dengan dzikir bersama yang dipimpin oleh KH. Abdul Karim Nawawi selaku guru besar Sanggar Putra Annawaa.
Dzikir tersebut diikuti oleh para santri, murid sanggar, serta masyarakat yang hadir, menambah suasana religius dan penuh kekhusyukan dalam peringatan milad.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan sanggar selama 13 tahun, acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng.
Momen tersebut dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Khoirudin Nawawi, dengan harapan Sanggar Putra Annawaa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Peringatan milad ke-13 ini pun berlangsung dengan penuh kebersamaan dan antusiasme dari masyarakat hingga acara berakhir, menegaskan peran Sanggar Putra Annawaa sebagai ruang budaya dan sosial yang terus hidup di tengah masyarakat. (pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.










