BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Pemandangan berbeda terlihat dalam aktivitas kedinasan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya perjalanan dinas Wali Kota kerap diikuti beberapa kendaraan pengiring, kini iring-iringan tersebut dipangkas secara signifikan.
Mulai hari ini, Tri Adhianto memutuskan hanya menggunakan satu kendaraan dinas bersama para stafnya untuk menjalankan berbagai agenda pemerintahan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah efisiensi yang tengah diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
“Mulai hari ini saya menggunakan satu kendaraan saja bersama staf. Yang sebelumnya ada tiga rangkaian kendaraan yang mengiringi, sekarang cukup satu kendaraan,” ujar Tri Adhianto seperti dilansir pada Sabtu (20/6/2026).
Bagi Tri, efisiensi tidak selalu berbicara soal penghematan anggaran semata. Menurutnya, pola kerja yang sederhana dan efektif justru menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan modern. Karena itu, penggunaan kendaraan dinas secara berlebihan dinilai tidak lagi relevan.
Ia menilai, keberadaan banyak kendaraan pengiring di jalan tidak hanya kurang efisien, tetapi juga berpotensi menambah kepadatan lalu lintas.
Dengan menggunakan satu kendaraan bersama, aktivitas pemerintahan tetap dapat berjalan optimal tanpa harus menimbulkan kesan berlebihan.
Sebagai bagian dari kebijakan baru tersebut, Tri akan menggunakan kendaraan dinas jenis Hiace bersama para stafnya setiap Senin hingga Jumat.
Kendaraan tersebut menjadi sarana mobilitas utama dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan menghadiri berbagai agenda resmi.
Sementara itu, pada akhir pekan, Wali Kota Bekasi tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi. Alasannya, sebagian besar kegiatan pada Jumat hingga Minggu dilakukan langsung di tengah masyarakat, mulai dari menghadiri undangan warga hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Pada akhir pekan saya tetap menggunakan kendaraan sendiri karena biasanya langsung bertemu masyarakat. Selain itu, ada beberapa lokasi permukiman yang akses jalannya tidak selalu memungkinkan dilalui kendaraan besar,” jelasnya.
Tri menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata untuk menghemat biaya bahan bakar minyak (BBM). Lebih dari itu, kebijakan tersebut bertujuan menciptakan budaya kerja yang lebih sederhana dan mengurangi jumlah kendaraan yang beriringan dalam setiap kegiatan kedinasan.
“Bukan persoalan biaya BBM-nya, tetapi bagaimana kita mengurangi kendaraan yang beriringan terlalu banyak di jalan. Dengan satu kendaraan bersama, pekerjaan tetap berjalan efektif dan lebih sederhana,” tegasnya.
Semangat efisiensi itu juga ingin ditularkan ke jajaran perangkat daerah lainnya. Tri mengimbau para Camat di Kota Bekasi untuk menerapkan pola serupa saat menghadiri rapat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Menurutnya, para Camat dapat berangkat bersama para lurah dalam satu kendaraan sehingga penggunaan armada dinas menjadi lebih efisien dan terkoordinasi.
“Kalau ada rapat di kantor Pemkot, saya sarankan Camat menggunakan satu kendaraan bersama para lurahnya. Jadi berangkat dan pulang bersama dalam satu mobil,” katanya.
Langkah pengurangan kendaraan dinas ini sejalan dengan kebijakan efisiensi lain yang tengah diterapkan Pemerintah Kota Bekasi, yakni Work From Home (WFH) setiap hari Jumat.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap dapat menekan penggunaan listrik di perkantoran sekaligus mengurangi mobilitas kendaraan yang tidak diperlukan.
“Dengan penerapan WFH setiap Jumat, kita bisa melakukan efisiensi penggunaan listrik di kantor sekaligus mengurangi mobilitas kendaraan dinas yang tidak diperlukan,” pungkas Tri.
Di tengah tuntutan efisiensi dan pelayanan publik yang semakin dinamis, langkah sederhana yang dilakukan Wali Kota Bekasi ini menjadi simbol perubahan budaya kerja birokrasi: lebih ringkas, lebih efektif, dan tetap dekat dengan masyarakat. (rls/pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





