BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Perjalanan industri otomotif Indonesia menuju era kendaraan yang semakin beragam turut membuka peluang besar bagi industri pendukungnya. Salah satunya dirasakan PT Hankook Tire Sales Indonesia yang mencatat pertumbuhan penjualan signifikan sepanjang semester pertama 2026.
Perusahaan ban yang memiliki fasilitas produksi di Kawasan Industri Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ini membukukan kenaikan penjualan hingga 130 persen pada segmen passenger car radial (PCR) dan 125 persen pada segmen truck & bus radial (TBR) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap ban dengan teknologi yang lebih spesifik terus meningkat, seiring pertumbuhan kendaraan listrik (EV), sport utility vehicle (SUV), hingga kendaraan niaga yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi.
President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia Bartek (Byunghak) Choi mengatakan, perkembangan industri otomotif saat ini menuntut produsen ban untuk menghadirkan produk yang mampu menyesuaikan karakter setiap kendaraan.
“Industri otomotif sedang bergerak menuju era yang semakin spesifik. Kendaraan listrik, SUV, maupun kendaraan niaga memiliki karakter yang berbeda sehingga membutuhkan teknologi ban yang berbeda pula,” ujar Choi seperti rilis yang dilayangkan pada Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, pertumbuhan segmen PCR tidak terlepas dari strategi Hankook dalam memperkuat portofolio produk, termasuk menghadirkan lini Hankook iON yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik.
Ban Hankook iON dikembangkan untuk menjawab tantangan kendaraan listrik yang memiliki bobot lebih berat akibat penggunaan baterai. Selain itu, teknologi tersebut juga menawarkan tingkat kebisingan yang lebih rendah serta hambatan gulir yang lebih kecil sehingga mampu membantu efisiensi energi kendaraan.
Memasuki 2026, Hankook terus memperluas pilihan produk iON di pasar Indonesia dengan beragam ukuran mulai dari 16 inci hingga 21 inci, baik untuk kebutuhan berkendara harian di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Tak hanya kendaraan listrik, segmen SUV juga menjadi perhatian melalui lini Dynapro yang hadir untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penggunaan jalan raya, medan berat, hingga kombinasi keduanya. Produk tersebut tersedia dalam ukuran 14 hingga 22 inci, dengan lebih dari 90 persen produksinya dibuat di Indonesia.
Di sisi lain, pertumbuhan sektor logistik, pertambangan, kehutanan, dan transportasi publik ikut mendorong peningkatan permintaan ban kendaraan niaga. Segmen truck & bus radial (TBR) Hankook tumbuh 125 persen pada semester I 2026.
Untuk mendukung kebutuhan industri tersebut, Hankook menghadirkan sejumlah produk seperti AH30 untuk sektor logistik, AM09 dan DM04 untuk kendaraan pertambangan berat, serta AU56 yang diperuntukkan bagi armada bus listrik.
Selain menyediakan produk, Hankook juga memperkuat layanan melalui program Fleet Solution Service Program yang memberikan pendampingan teknis bagi pengelola armada. Program ini mencakup pelatihan manajemen ban, inspeksi berkala, konsultasi teknis, hingga perawatan preventif.
“Kami tidak hanya ingin menjual ban, tetapi juga membangun pemahaman bahwa penggunaan ban yang tepat akan mempengaruhi keselamatan, efisiensi bahan bakar atau energi, kenyamanan berkendara, hingga biaya kepemilikan kendaraan yang lebih efisien dalam jangka panjang,” kata Choi.
Menghadapi semester kedua 2026, Hankook berkomitmen melanjutkan ekspansi melalui inovasi produk, edukasi pasar, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan layanan purna jual melalui jaringan Hankook Wings.
Bagi perusahaan yang berakar di Cikarang, Kabupaten Bekasi, pertumbuhan ini bukan hanya soal angka penjualan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Dengan mengusung konsep “the right tire for the right vehicle”, Hankook optimistis dapat terus memperkuat posisinya di tengah perubahan lanskap otomotif nasional.(jek/ant)






