Hadji Djole, Pahlawan Bekasi yang Paling Ditakuti Militer Belanda

oleh -648 Dilihat
oleh
Hadji Djole, Jawara Bekasi. (ist)

BEKASIPEDIA.com – Julukan Kota Patriot memang cocok bagi Bekasi. Ya, selain rakyatnya yang berjiwa nasionalis, jawaranya pun banyak tersebar di berbagai wilayah Bekasi. Namun pada masa perang revolusi, hanya sedikit para pimpinan jawara yang ikut berjuang melawan Belanda, Hadji Djole salah satunya yang cukup terkenal di Bekasi.

Bernama asli Sa’adah bin Hadji Eman, pejuang yang lahir pada tahun 1905 ini berasal dari keluarga kaya di Bekasi. Sejak kecil Sa’adah kerap disapa Djole, hingga kini publik dan pemerintah setempat lebih mengenal nama panggilannya.

Pada masa perjuangan, Hadji Djole ialah tokoh Bekasi yang paling banyak disebut dalam dokumen Belanda. Mulai dari laporan intelijen, laporan patroli, hingga catatan harian tentara Belanda menyebut nama Hadji Djole.

Berbagai peristiwa besar di Bekasi tak luput dari peranannya, seperti pembantaian 87 tentara Jepang di pinggir Kali Bekasi pada 19 Oktober 1945. Pembunuhan 22 tentara Inggris di dekat Kantor Polisi Bekasi.

Tak hanya Hadji Djole, sang adik yang bernama Sa’adih bin Hadji Eman pun masuk dalam daftar yang dicari pihak Belanda. Hal yang jarang terjadi, dalam satu keluarga namanya tercantum dalam daftar berbahaya pada masa pemerintahan penjajahan Belanda.

Menurut laporan intelijen Belanda per tanggal 26 Januari 1946, disebutkan Hadji Djole telah banyak menghabisi tentara sekutu dan Belanda. Sepak terjang beliau berpengaruh hingga ke daerah Pekayon, Teluk Pucung, dan Karang Congok, walaupun bermarkas di Bekasi. Kelihaiannya membuat ia sulit ditangkap hingga perang revolusi berakhir.

Sa’adah alias Hadji Djole meninggal di usia 64 tahun pada tanggal 25 Desember 1969. Jasad beliau disemayamkan di TPU dekat Perumahan Kemang Pratama. Pada makamnya terdapat bendera merah putih, tanda dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) atas jasanya mempertahankan kemerdekaan. Nyok kita kenali dan hormati para pejuang kita!