BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Deretan produk lokal berkualitas menghiasi area Pakuwon Mall Bekasi. Mulai dari kuliner, fesyen, hingga berbagai produk kreatif karya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), semuanya tampil percaya diri di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Bekasi.
Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa UMKM tidak lagi hanya identik dengan pasar tradisional, tetapi juga siap bersaing di ruang komersial modern.
Semangat itulah yang diusung Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Kota Bekasi melalui Pesta Wirausaha, sebuah ajang yang digelar mulai 27 Juli hingga 7 Agustus 2026 di Pakuwon Mall, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi wadah promosi sekaligus pembuktian bahwa produk lokal memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar yang lebih luas.
Komunitas pengusaha yang telah berdiri sejak Januari 2006 itu menghadirkan puluhan pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Selain memamerkan produk unggulan, Pesta Wirausaha juga menjadi ruang kolaborasi, berbagi inspirasi, dan memperluas jejaring bisnis antar pelaku usaha.
Pada Jumat (31/7/2026), kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Rumah Zakat, Din, Ketua Panitia Pelaksana Joko Purwanto, Ketua TDA Kota Bekasi Qudsi Ainul Fawaid, serta para pelaku usaha dan pegiat UMKM.
Ketua TDA Kota Bekasi, Qudsi Ainul Fawaid, mengatakan pihaknya terus berkomitmen membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi maupun berbagai komunitas UMKM untuk mencetak lebih banyak wirausaha yang tangguh dan mandiri.
Menurutnya, pemilihan Pakuwon Mall sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Kehadiran UMKM di pusat perbelanjaan modern menjadi simbol bahwa produk lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan merek-merek besar.
“Kami memfokuskan diri untuk melahirkan lebih banyak lagi wirausaha tangguh. Pesta Wirausaha ini kami hadirkan di Pakuwon Mall yang merupakan pusat perbelanjaan kalangan menengah ke atas. Tujuannya satu, menunjukkan bahwa UMKM pun mampu naik kelas, produknya berkualitas, dan layak bersanding di tempat yang megah sekalipun,” ujar Qudsi.
Tak hanya menjadi ajang promosi, Pesta Wirausaha juga dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi para pelaku usaha.
Ketua Panitia Pelaksana, Joko Purwanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pengusaha sukses yang memulai bisnis dari skala kecil hingga berkembang menjadi usaha yang mapan.
Melalui sesi berbagi pengalaman, para peserta diajak memahami proses membangun bisnis, menghadapi tantangan, hingga strategi mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Kami mendatangkan mereka yang dulunya sama-sama berstatus UMKM hingga akhirnya berhasil meraih kesuksesan. Di sini mereka belajar bagaimana prosesnya. Tinggal bagaimana teman-teman pelaku usaha bisa menyerap ilmu tersebut dan mempraktikkannya pada usaha masing-masing,” kata Joko.
Bagi TDA Kota Bekasi, membangun UMKM bukan hanya soal meningkatkan omzet, tetapi juga membentuk mental kewirausahaan yang kuat, adaptif, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Melalui jaringan pengusaha yang terus berkembang, komunitas ini berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Lewat Pesta Wirausaha, TDA Kota Bekasi ingin menegaskan bahwa UMKM bukan lagi sekadar pelengkap roda perekonomian. Dengan inovasi, kolaborasi, dan pendampingan yang tepat, UMKM mampu naik kelas, tampil percaya diri di pusat-pusat bisnis modern, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Bekasi. (pede)





