BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Suasana hangat menyelimuti halaman RW 33, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kamis (9/7/2026) malam. Ratusan warga memadati lokasi reses Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, dengan membawa beragam harapan atas persoalan yang selama bertahun-tahun mereka hadapi, mulai dari tumpukan sampah, banjir saat musim hujan, hingga kemacetan yang semakin padat.
Bagi warga, reses bukan sekadar agenda menyerap aspirasi. Pertemuan itu menjadi ruang dialog untuk mendengar langsung arah kebijakan pemerintah sekaligus memastikan berbagai keluhan yang selama ini disampaikan tidak berhenti sebagai catatan semata.
Di hadapan masyarakat, Sardi memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Kota Bekasi yang disiapkan untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah penanganan sampah melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang.
Menurutnya, proyek tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengubah sampah menjadi energi yang bermanfaat.
“Persoalan sampah secara bertahap akan teratasi dengan adanya PSEL Bantargebang. Nantinya sampah akan diolah menjadi energi listrik sehingga beban tempat pembuangan akhir dapat berkurang,” ujar Sardi.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi. Peran masyarakat tetap menjadi faktor utama melalui penguatan bank sampah di tingkat lingkungan.
Selain mampu mengurangi volume sampah, program tersebut juga diyakini dapat memberikan nilai ekonomi bagi warga.
Sardi menjelaskan, setiap RW memiliki peluang memanfaatkan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan bank sampah.
Selain isu persampahan, perhatian warga juga tertuju pada persoalan banjir yang hampir setiap tahun menghantui kawasan Bekasi Utara, termasuk RW 33 yang berada di wilayah cekungan air.
Menjawab keresahan tersebut, Sardi menjelaskan bahwa pemerintah terus menjalankan penanganan secara bertahap melalui optimalisasi fungsi Polder Air VIP, pembangunan drainase, pemasangan U-Ditch, hingga pengerukan sungai yang terhubung dengan wilayah Kabupaten Bekasi.
Tak hanya menyampaikan program pemerintah, Sardi juga langsung mengajak warga menentukan prioritas pembangunan lingkungan.
Ia meminta masyarakat bersama pengurus RW menetapkan satu ruas jalan yang paling membutuhkan perbaikan untuk diusulkan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, kondisi wilayah yang rawan tergenang membuat pengecoran jalan lebih tepat dibandingkan pengaspalan karena dinilai lebih kuat menghadapi genangan air.
“Karena wilayah ini rawan banjir, saya lebih memilih pengecoran jalan dibanding pengaspalan. Silahkan masyarakat bersama Pak RW menentukan jalan yang paling rusak untuk diprioritaskan,” katanya.
Rencana tersebut akan difokuskan pada kawasan RT 06, RT 07, dan RT 08 RW 33 sebagai bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan sekaligus mengurangi kerusakan jalan akibat banjir.
Persoalan lain yang tak luput dari pembahasan adalah kemacetan lalu lintas di pusat Kota Bekasi. Sardi mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan pembangunan Flyover Stasiun Bekasi melalui dukungan anggaran bantuan Presiden (Banpres).
Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut nantinya mampu mengurai kepadatan kendaraan, terutama di jalur yang berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Utara.
“Masalah kemacetan juga menjadi perhatian. Insya Allah akan dibangun Flyover Stasiun Bekasi dengan bantuan dari Presiden sehingga diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan di kawasan tersebut,” ungkapnya.
Di penghujung kegiatan, suasana penuh optimisme terlihat dari wajah para warga. Marno, Ketua RT 10 RW 33 Teluk Pucung, mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya lingkungan mereka dikunjungi langsung oleh Ketua DPRD Kota Bekasi.
Baginya, kehadiran pimpinan legislatif di tengah masyarakat bukan hanya simbol perhatian, tetapi juga menjadi harapan agar berbagai aspirasi yang telah disampaikan benar-benar mendapat tindak lanjut.
“Alhamdulillah, baru kali ini RW 33 Perumahan VIP Kelurahan Teluk Pucung dikunjungi langsung oleh Ketua DPRD Kota Bekasi. Semoga seluruh aspirasi yang kami sampaikan dapat terus dikawal dan diperjuangkan hingga terealisasi,” ujar Marno.
Melalui dialog yang berlangsung hingga malam hari, reses tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan kota tidak hanya ditentukan dari kebijakan di ruang rapat, tetapi juga dari pertemuan langsung antara pemimpin dan masyarakat yang merasakan persoalan setiap harinya.
Di RW 33 Teluk Pucung, harapan itu kembali tumbuh melalui komitmen untuk menghadirkan solusi atas sampah, banjir, dan kemacetan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah Kota Bekasi. (pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.






