BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Bau gas yang tiba-tiba tercium di dalam rumah sering kali dianggap sebagai persoalan kecil. Sebagian warga mungkin langsung memeriksa tabung atau regulator, bahkan menyalakan sakelar untuk mencari sumber kebocoran.
Namun, tindakan yang terlihat sederhana itu justru dapat berubah menjadi awal petaka.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kebocoran gas, terutama ketika terjadi di dalam ruangan tertutup.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya mengatakan, gas yang bocor dapat terakumulasi di dalam ruangan. Kondisi tersebut menjadi sangat berbahaya ketika gas bertemu dengan api atau sumber pemantik lainnya.
“Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap sepele kebocoran gas di rumah. Gas yang bocor dan terakumulasi di dalam ruangan tertutup dapat berubah menjadi ancaman serius apabila terkena percikan api atau sumber pemantik lainnya,” kata Adeng di Cikarang, Kamis (3/9/2026).
Bukan Tabung yang Meledak
Adeng menjelaskan, istilah “tabung gas meledak” yang kerap muncul setelah sebuah insiden sebenarnya perlu dipahami secara lebih tepat.
Menurut dia, ledakan umumnya terjadi ketika gas yang keluar akibat kebocoran memenuhi ruangan, kemudian bertemu dengan sumber pemantik seperti api atau percikan listrik.
“Jadi bukan tabung gas yang meledak. Gas itu keluar akibat bocor dan ketika ada pemantik maka bisa memicu ledakan,” ujarnya.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul insiden ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas elpiji untuk kebutuhan memasak keluarga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, beberapa hari lalu. Peristiwa itu menimbulkan korban jiwa.
Adeng menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengingatkan masyarakat agar menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran penting.
Saat Mencium Bau Gas, Jangan Nyalakan Listrik
Salah satu hal penting yang perlu dipahami masyarakat adalah tindakan ketika mencium bau gas di dalam rumah.
Adeng meminta warga tidak terburu-buru menyalakan sakelar listrik maupun peralatan elektronik, termasuk kipas angin. Sebab, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan percikan yang dapat menjadi sumber pemantik.
“Ketika mencium bau gas, jangan langsung menyalakan listrik atau api,” katanya.
Sebaliknya, rumah perlu memiliki sirkulasi udara yang baik. Jendela, lubang ventilasi, dan exhaust fan menjadi bagian penting untuk membantu mengalirkan udara sehingga gas tidak mudah terakumulasi apabila terjadi kebocoran.
Menurut Adeng, aspek keselamatan juga perlu diperhatikan sejak kondisi rumah masih normal. Rumah sebaiknya memiliki akses keluar yang memadai sehingga penghuni dapat segera menyelamatkan diri ketika terjadi keadaan darurat.
“Jangan sampai hanya ada satu pintu sehingga ketika terjadi keadaan darurat masyarakat kesulitan untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.
Edukasi Dimulai dari Rumah
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Damkar Kabupaten Bekasi Syam mengatakan, edukasi mengenai bahaya kebocoran gas terus dilakukan, khususnya kepada keluarga di lingkungan rumah tangga.
Menurut dia, masih terdapat masyarakat yang belum memahami langkah tepat ketika menghadapi kebocoran gas. Karena itu, pengetahuan dasar mengenai keselamatan perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Edukasi ini terus kami sampaikan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebocoran gas. Prinsipnya, utamakan keselamatan, jangan panik dan hindari tindakan yang dapat menimbulkan percikan atau api,” ujar Syam.
Ia juga mengajak masyarakat memeriksa kondisi tabung gas beserta perangkat pendukungnya sebelum digunakan.
Pemeriksaan sederhana terhadap peralatan tersebut dinilai dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran maupun ledakan.
Pada akhirnya, kewaspadaan tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Mengenali bau gas, memahami tindakan yang harus dihindari, memastikan sirkulasi udara, serta menyiapkan akses penyelamatan dapat menjadi bagian penting dari perlindungan keluarga.
Damkar Kabupaten Bekasi berharap semakin banyak warga memahami risiko kebocoran gas sehingga kejadian serupa dapat dicegah sejak dari lingkungan rumah.
“Jika masyarakat memahami penanganan kebocoran gas, mudah-mudahan dapat mendorong terciptanya lingkungan rumah tangga yang lebih aman, sekaligus menekan potensi terjadi kebakaran,” kata Syam. (pede/ist)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.







