BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengerahkan 50 unit truk pengangkut sampah atau dump truck untuk membersihkan tumpukan sampah di Kali Jambe, tepatnya di sekitar crossing Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 19, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu (1/11/2026) kemarin. Langkah pengelolaan sampah di lokasi itu dilakukan untuk mengurangi risiko banjir menjelang musim hujan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, mengatakan pengerahan puluhan armada tersebut difokuskan untuk mengangkut sampah tanpa mengganggu pelayanan pengangkutan sampah bagi masyarakat.
“Hari ini kami memfokuskan kegiatan pada hari libur karena tidak ada pelayanan. Kami mengerahkan 50 unit truk dumper sampah untuk dikelola di Bantargebang,” kata Syafri seperti dilansir Selasa (3/11/2026).
Syafri menjelaskan, setiap truk melakukan satu kali ritase sehingga total terdapat 50 ritase pengangkutan sampah yang menjadi tanggung jawab Pemkab Bekasi.
Untuk penanganan sampah di Kali Jambe, Pemkab Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) Provinsi Jawa Barat yang melakukan pengangkutan sampah secara rutin setiap hari. Sementara itu, Pemkab Bekasi memusatkan pengerahan armadanya saat akhir pekan tiba.
“Untuk Kabupaten Bekasi kami konsentrasikan berdasarkan tugas, sebanyak 50 rit atau 50 truk dumper. Kami fokuskan pada hari Minggu supaya pelayanan kepada masyarakat untuk pengangkutan sampah tidak terkendala,” ujarnya.
Syafri menargetkan pengerahan 50 truk tersebut dapat menyelesaikan tumpukan sampah dalam 1 hari. Namun, secara keseluruhan, proses pembersihan tumpukan sampah di Kali Jambe diperkirakan membutuhkan waktu hingga 10 hari.
Volume sampah yang menumpuk di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 1.200 meter kubik. Tumpukan tersebut didominasi sampah plastik, limbah rumah tangga, dan lumpur.
Sampah yang berhasil diangkut selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Syafri menjelaskan, tumpukan sampah di sekitar crossing Tol Jakarta-Cikampek merupakan akumulasi sampah yang terbawa aliran Kali Jambe dari wilayah hulu, termasuk kawasan Kota Bekasi yang berdekatan dengan TPA Sumur Batu dan Bantargebang selama setahun terakhir.
“Jadi, sampah-sampah yang menumpuk di crossing tol yang kami ambil hari ini merupakan sampah yang terbawa melalui aliran Kali Jambe dari hulu. Sampah tersebut masuk ke sungai-sungai hingga wilayah Kabupaten Bekasi dan akhirnya terhambat di crossing tol,” ujar Syafri.
Untuk mencegah penumpukan serupa terulang, Pemkab Bekasi telah mengusulkan pembangunan jaring penangkap sampah atau sistem pintu air khusus. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menahan sampah sebelum terbawa lebih jauh ke wilayah Kabupaten Bekasi.
Menurut Syafri, keberadaan fasilitas itu nantinya dapat membantu mengendalikan kiriman sampah dari wilayah hulu sehingga tidak kembali menumpuk di aliran Kali Jambe.
Sementara itu, pembersihan Kali Jambe menjadi salah satu upaya mitigasi Pemkab Bekasi untuk memperlancar aliran sungai dan mengurangi potensi banjir saat intensitas hujan meningkat. (ist/brs)







