BEKASIPEDIA.com | KABUPATEN BEKASI – Atribut pengemudi ojek online (ojol) bukan sekadar pakaian kerja. Jaket dan helm yang dikenakan para mitra menjadi bagian dari identitas profesi sekaligus simbol bahwa mereka tengah menjalankan pekerjaan untuk mencari nafkah.
Karena itu, penyalahgunaan atribut ojol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab menjadi perhatian komunitas pengemudi online di wilayah Bekasi.
Perwakilan komunitas ojol Bekasi mendatangi Polres Metro Bekasi untuk menyampaikan sikap terkait dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan seseorang dengan mengenakan atribut resmi Grab.
Audiensi tersebut berlangsung pada pekan lalu dan diterima langsung oleh Kasat PPA Polres Metro Bekasi AKP Malindra Praditya Gunawan.
Dalam pertemuan itu, komunitas ojol menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan atribut mitra pengemudi untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Profesi sebagai pengemudi ojek online merupakan pekerjaan yang terhormat. Karena itu, kami menolak segala bentuk penyalahgunaan atribut mitra pengemudi untuk kepentingan yang melanggar hukum,” demikian sikap yang disampaikan komunitas dalam audiensi tersebut, seperti dikutip pada Rabu (23/9/2026).
Komunitas juga meminta kepolisian mengusut perkara tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurut mereka, proses penegakan hukum yang transparan diperlukan untuk memberikan keadilan kepada korban sekaligus menjaga nama baik para pengemudi ojol yang menjalankan pekerjaannya secara sah.
Di sisi lain, komunitas mengingatkan agar kasus tersebut tidak berkembang menjadi sanksi sosial terhadap pengemudi ojol lainnya.
Mereka menolak adanya tindakan main hakim sendiri maupun prasangka yang dapat merugikan para pengemudi yang tidak memiliki kaitan dengan perkara tersebut.
Bagi komunitas, persoalan tersebut harus ditempatkan sebagai perkara hukum yang ditangani melalui mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, kepentingan korban tetap mendapat perhatian, sementara para pengemudi ojol lainnya tidak ikut terdampak.
Komunitas ojol juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Polres Metro Bekasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lapangan.
Komitmen untuk menaati hukum serta menjaga integritas profesi menjadi bagian dari sikap yang disampaikan dalam audiensi tersebut.
Pihak kepolisian menyambut baik masukan dan komitmen komunitas ojol. Polisi menyatakan perkara yang sedang ditangani akan tetap diproses secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan hukum.
Komunitas berharap komunikasi antara pengemudi ojol dan kepolisian dapat terus terjaga. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah munculnya persoalan serupa.
Lebih jauh, komunitas ingin memastikan bahwa atribut dan identitas profesi pengemudi ojol tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan tindak pidana.
Sebab bagi para pengemudi, jaket dan helm bukan hanya atribut perusahaan, melainkan bagian dari identitas pekerjaan yang setiap hari mereka gunakan untuk bekerja dan menghidupi keluarga. (brs/jek)
“Dibuka Kesempatan Bergabung Menjadi Wartawan Biro Kabupaten Bekasi, Jika Berminat Silahkan WA ke 0815-1086-8686”
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.






