Plafon PVC Kian Diminati, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

oleh -
oleh
Plafon PVC. (ist)

BEKASIPEDIA.com – Di tengah iklim tropis yang lembap dan curah hujan tinggi, pemilik rumah kerap dihadapkan pada persoalan plafon yang mudah rusak akibat air.

Dari kondisi inilah, plafon berbahan polyvinyl chloride (PVC) mulai banyak dilirik sebagai alternatif material plafon konvensional.

Plafon PVC merupakan material sintetis berbasis plastik yang dikenal ringan, fleksibel, serta memiliki daya tahan tinggi terhadap air. Tak heran, material ini kini banyak digunakan pada hunian, bangunan komersial, hingga kawasan industri.

“Plafon PVC paling tepat digunakan di area rumah yang berpotensi sering terpapar air atau memiliki tingkat kelembapan tinggi, seperti kamar mandi, area dekat dapur, eksterior, hingga sealing kamar mandi apartemen,” ujar ahli konstruksi, Davy Sukamta, Senin (2/2/2026).

Secara bentuk, panel plafon PVC hadir dalam lembaran atau bilah tipis yang dapat langsung dipasang pada rangka plafon.

Pilihan ukuran, ketebalan, warna, motif, hingga finishing permukaan pun cukup beragam, sehingga mudah disesuaikan dengan konsep desain interior.

Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, PVC kerap dianggap lebih unggul karena sifatnya yang tidak menyerap air. Material ini juga menjadi favorit untuk area publik, seperti lobi kantor, berkat motifnya yang beragam—mulai dari menyerupai kayu hingga tekstur urat halus.

Tahan Air dan Minim Perawatan

Salah satu keunggulan utama plafon PVC terletak pada stabilitas materialnya. Berbeda dengan plafon berbahan gipsum atau kayu yang rentan menyusut dan retak akibat perubahan suhu dan kelembapan, PVC cenderung tetap utuh dalam jangka panjang.

“PVC itu 100 persen waterproof. Artinya, material ini tidak akan mengembang atau menjadi lembek saat terkena air,” jelas Davy.

Karena tidak berpori, plafon PVC juga lebih sulit ditumbuhi jamur. Perawatannya pun relatif mudah, cukup dibersihkan secara berkala tanpa perlakuan khusus.

Dari sisi ketahanan, plafon PVC bahkan dapat bertahan hingga puluhan tahun selama tidak terjadi gangguan struktural pada bangunan.

Ada Risiko dan Batasan Estetika

Meski memiliki banyak keunggulan, plafon PVC bukan tanpa kekurangan. Dari sisi keamanan, Davy mengingatkan bahwa PVC berpotensi meleleh dan mengeluarkan gas berbahaya jika terjadi kebakaran dalam durasi lama dan area terdampak cukup luas.

Karena itu, penggunaan plafon PVC perlu mempertimbangkan fungsi ruang dan sistem keselamatan bangunan secara menyeluruh.

Selain faktor keamanan, aspek estetika juga menjadi pertimbangan. Menurut Davy, plafon PVC kurang ideal digunakan di kamar tidur.

Pasalnya, panel PVC umumnya dirangkai dari potongan berbentuk persegi panjang, sehingga menghasilkan garis-garis sambungan yang terlihat jelas.

“Kalau sudah terpasang, plafon PVC tidak akan semulus gipsum, melainkan bergaris. Secara estetika, menurut saya kurang cocok untuk rumah tinggal. Kalau di lobi kantor mungkin tidak masalah,” ujarnya.

Bagi pemilik rumah yang memiliki anggaran lebih, tersedia pilihan PVC seamless yang dipasang dalam satu bidang tanpa sambungan. Namun, harganya bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dibanding plafon gipsum.

Pada akhirnya, plafon PVC tetap menjadi solusi tepat untuk area-area tertentu di rumah—khususnya ruang yang membutuhkan ketahanan tinggi terhadap air dan kemudahan perawatan. Kuncinya terletak pada penempatan yang sesuai, bukan sekadar mengikuti tren material. (kc/ist)

“Anda Ingin Kerjasama Publikasi Artikel/Berita Promosi. Biayanya Hanya Rp 200.000, Silahkan WA ke 0822-4974-0969″

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.