BEKASIPEDIA.com – Di balik gaun pengantin yang anggun dan senyum bahagia di pelaminan, ada peran fotografer dan videografer yang bertugas mengabadikan momen sekali seumur hidup.
Kebutuhan akan dokumentasi pernikahan yang apik dan profesional pun terus tumbuh, seiring meningkatnya kesadaran pasangan pengantin akan pentingnya kenangan visual.
Melihat peluang tersebut, fotografer profesional asal Bekasi, Bang Pede, berbagi pengalaman dan kiat bagi mereka yang ingin terjun ke bisnis fotografi dan videografi pernikahan.
Melalui brand usahanya, Bang Pede Konsultan Foto & Video Dokumentasi, mengaku telah mengabadikan momen pernikahan sejak 2018.
Pria yang juga seorang jurnalis ini mengungkapkan setidaknya ada empat fondasi utama yang perlu dipersiapkan sebelum memulai bisnis di bidang ini, mulai dari portofolio hingga kemampuan berkomunikasi dengan klien.
Portofolio sebagai modal utama.
Bang Pede menjelaskan, portofolio adalah jantung dari bisnis fotografi dan videografi pernikahan. Ia mengibaratkan portofolio sebagai mesin dalam mobil—tanpanya, usaha sulit berjalan.
“Paling pertama yang dibutuhkan pasti portofolio. Dari situ klien bisa melihat sejauh mana kemampuan kita dalam fotografi atau videografi,” ujarnya pada Minggu (1/2/2026).
Ia menekankan, kepercayaan klien sangat bergantung pada kualitas karya yang ditampilkan. Tanpa portofolio yang kuat, fotografer atau videografer akan kesulitan bersaing di tengah ketatnya pasar jasa dokumentasi pernikahan.
Untuk seorang pemula, Bang Pede menyarankan agar tidak ragu memulai dari bawah. Mengumpulkan portofolio bisa dilakukan dengan bekerja penuh waktu atau paruh waktu di vendor pernikahan yang sudah berpengalaman, atau bahkan dengan memotret acara pernikahan keluarga dan kerabat terdekat.
“Siapkan portofolio sebaik dan sebagus mungkin, asah diri semaksimal mungkin. Ketika portofolio sudah siap dijual, segmen pasar akan terbentuk dengan sendirinya,” kata dia.
Peralatan yang memadai.
Selain portofolio, kesiapan peralatan juga menjadi faktor penting. Menurutnya, kamera merupakan alat utama, namun pemilihan lensa tidak kalah krusial untuk menangkap beragam momen pernikahan.
Ia menyarankan setidaknya memiliki tiga jenis lensa, yakni ultra wide, medium, dan tele. Lensa ultra wide berguna untuk menangkap suasana dan lanskap lokasi pernikahan, lensa medium untuk menghasilkan efek bokeh yang lembut, serta lensa tele untuk mengabadikan momen candid dari jarak jauh.
“Setiap momen punya kebutuhan yang berbeda. Dengan lensa yang tepat, cerita pernikahan bisa tersampaikan lebih utuh,” ujarnya.
Komunikasi dengan klien.
Dalam bisnis jasa, Bang Pede menilai kemampuan berkomunikasi sama pentingnya dengan keahlian teknis. Interaksi dengan klien tidak hanya terjadi saat hari pemotretan, tetapi jauh sebelum itu.
Diskusi mengenai konsep foto, pemilihan lokasi, hingga detail busana perlu dibicarakan secara terbuka sejak awal. Kejelasan komunikasi, menurut Leo, akan meminimalkan kesalahpahaman dan meningkatkan kepuasan klien.
“Kita harus jujur dan terbuka. Semua teknis dibahas di depan supaya tidak ada kekecewaan di belakang,” katanya.
Menjaga suasana dan mengarahkan gaya.
Berbeda dengan pemotretan model profesional, mayoritas klien pernikahan adalah orang awam yang belum terbiasa berpose di depan kamera. Rasa canggung, tegang, hingga lelah kerap muncul di tengah proses pemotretan.
Di sinilah peran fotografer dan videografer tidak hanya sebagai pengambil gambar, tetapi juga sebagai pengarah suasana. Leo menekankan pentingnya menjaga mood, baik diri sendiri maupun klien.
“Klien itu bukan model yang kita bayar. Justru kita yang dibayar mereka. Jadi bagaimana caranya bikin mereka nyaman dan tidak kaku,” tutur Leo.
Ia biasa mengajak klien berbicara santai, memberi arahan dengan bahasa sederhana, serta membebaskan mereka mengekspresikan perasaan secara natural.
Persiapan peralatan sejak sehari sebelumnya dan membawa perlengkapan yang ringkas juga membantu menjaga energi dan suasana hati selama pemotretan.
Dengan pendekatan tersebut, Leo percaya hasil dokumentasi tidak hanya sekadar indah secara visual, tetapi juga mampu merekam emosi dan cerita di balik sebuah pernikahan—nilai tambah yang menjadi kunci bertahan di bisnis fotografi dan videografi pernikahan. (hen/ist)
“Bagi Anda yang Membutuhkan Vendor Dokumentasi Foto & Video untuk kegiatan Wedding, Seminar, Gathering, Wisuda, Sunatan, Ulang Tahun, Bona Taon dan lainnya, Bisa Hubungi Bepe Multi Kreasi Telp/WhatsApp: 0822-4974-0969.”

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





