BEKASIPEDIA.com | JAKARTA – Di bawah langit Jakarta yang cerah, kawasan Monumen Nasional tampak hidup sejak pagi. Hamparan rumput yang luas dipenuhi langkah kaki para pengunjung yang datang membawa semangat libur panjang Paskah.
Anak-anak berlarian, keluarga duduk bersantai, sementara sebagian lainnya mengabadikan momen dengan latar tugu ikonik yang menjulang tinggi di jantung ibu kota.
Di sudut lain kawasan Silang Monas, geliat persiapan “Pasar Murah Untuk Rakyat” mulai terlihat. Tenda-tenda didirikan, logistik ditata, dan panitia sibuk memastikan semuanya siap untuk kegiatan tersebut. Suasana ini menambah denyut aktivitas di kawasan yang memang tak pernah sepi dari perhatian warga.
Sehari sebelumnya, tepatnya Jumat (3/4/2026), kawasan Monas mencatat lonjakan kunjungan. Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, menyebutkan total pengunjung mencapai 2.567 orang.
Ribuan orang itu datang dengan berbagai tujuan—mulai dari rekreasi keluarga hingga sekadar menikmati udara terbuka di tengah padatnya Jakarta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.522 orang merupakan pengunjung dewasa, sementara 979 lainnya adalah anak-anak.
Tak hanya wisatawan domestik, Monas juga menarik minat wisatawan mancanegara. Tercatat 59 turis asing turut meramaikan kawasan ini, dengan jumlah terbanyak berasal dari China sebanyak 20 orang, disusul Malaysia 11 orang, dan Korea Selatan sembilan orang. Selebihnya datang dari berbagai negara seperti Bangladesh, Inggris, Italia, hingga Jerman.
Bagi banyak orang, Monas bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah ruang pertemuan—antara sejarah dan masa kini, antara warga lokal dan dunia internasional.
Libur Paskah kali ini kembali menegaskan peran tersebut, ketika ribuan orang memilih menghabiskan waktu di ruang terbuka yang sarat makna ini.
Dengan jam operasional yang diperpanjang selama akhir pekan, yakni pukul 06.00 hingga 22.00 WIB untuk kawasan, dan pukul 08.00 hingga 22.00 WIB untuk tugu, Monas memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati suasana.
Sementara pada hari kerja, kawasan ini buka hingga pukul 18.00 WIB, dan tutup setiap Senin untuk perawatan.
Di tengah hiruk-pikuk kota, Monas tetap menjadi magnet. Sebuah ruang yang tak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman—tentang kebersamaan, liburan sederhana, dan denyut kehidupan Jakarta yang tak pernah benar-benar berhenti. (ist/ant)






