Warga Jakarta Bergembira, 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas Diluncurkan

oleh -
oleh
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan layanan 32 angkutan bus sekolah ramah disabilitas tahun 2026. Upaya ini menunjukan komitmen menjadikan Jakarta sebagai kota inklusif ramah disabilitas. (ist/bj)

BEKASIPEDIA.com | JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan layanan 32 angkutan bus sekolah ramah disabilitas tahun 2026. Upaya ini menunjukan komitmen menjadikan Jakarta sebagai kota inklusif ramah disabilitas.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menuturkan, pendidikan adalah hak dasar setiap anak tanpa terkecuali. Karenanya, pemerintah berkewajiban memfasilitasi sarana agar seluruh siswa, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kemudahan dalam meraih cita-cita.

”Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa dan dalam hal ini pemerintah berkewajiban untuk memfasilitasi, memberikan kemudahan bagi anak-anak kita untuk bisa meraih mimpinya, meraih keinginannya,” ujar Pramono, di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Pada kesempatan itu, Pramono mengapresiasi Dinas Perhubungan (Dishub), guru, dan pihak sekolah yang bersinergi menyiapkan fasilitas ini.

“Anda Ingin Kerjasama Publikasi Artikel/Berita Promosi. Biayanya Hanya Rp 200.000, Silahkan WA ke 0822-4974-0969″

 

Ia berharap langkah ini mempertegas posisi Jakarta sebagai kota ramah disabilitas, yang sebelumnya juga telah menginisiasi program lain seperti job fair khusus disabilitas.

“Mudah-mudahan armada bus ini akan memberikan kemudahan bagi anak-anakku sekalian yang akan berangkat pulang sekolah dan beraktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan sekolahnya,” kata Pramono.

Pemprov DKI menambah 32 unit bus baru yang dirancang khusus untuk aksesibilitas penyandang disabilitas, terdiri dari 13 unit mikro bus dan 19 unit bus medium. Selain itu, terdapat lima rute baru untuk melengkapi rute-rute yang sudah ada sebelumnya.

Secara keseluruhan, bus sekolah ini melayani 10 rute dan mampu mengangkut sekitar 41 ribu pelajar setiap harinya, mulai dari jenjang SD hingga SMA/sederajat.

“Masa depan anak-anak sekalian sangat terbuka karena fasilitas di Jakarta dibandingkan dengan daerah lain relatif lebih baik dan lebih lengkap,” ucap Pramono.